Sepakat Pak Haniwar, beberapa pertanyaan kami mengenai slogan yang sepertinya
hanya retorika, terjawab sudah, saat saya menyaksikan langsung Live dari Bang
Foke ini disalah satu stasiun tv ,METRO beberapa hari lalu. Foke diluar dugaan
saya saat menyampaikan visi,misi calon Gubernur ini benar-benar menguasai apa
yang telah dibuatnya tersebut. Selama ini kesan yang ditimbulkan dalam berbagai
pertemuan adalah Birokrat minded, dimana untuk bicara saja Cagub yang satu ini
kesannya susah banget. Tetapi setelah acara di stasiun Tv tersebut pandangan
kami terhadap cagub ini, berubah karena Bang Foke berani untuk tampil
beresiko, terutama mengenai pengelolaan kaki lima serta kemanan dan kenyamanan
transportasi di Jakarta ini. Dengan Mempercepat Pembangunan Jakarta. Seandainya
kelak Bang Foke terpilih menjadi Gubernur maka Masyarakat Jakarta akan menilai
bagaimana Gubernur tersebut melunasi apa yang disampaikannya selama masa
kampanye. Seandainya tidak, mungkinkah akan ada Pejabat
kita untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik ini mengundurkan diri ?
Ya kita akan sama-sama menyaksikannya.
Untuk Mas Totot selamat ulang tahun Mas , better late than never
Salam, Kebersamaan
Yusuf Senopati Riyanto
Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kehausdan saya akan info kekuatan dan kelemahan cagub DKI dipenuhi
oleh
Ninik L Karim cs di Kompas.
Menarik memang .
Dan jangan salahkan saya kalau kecenderungan saya kepd Foke menguat.
Bayanhgkan lulus cum laude S 3 di Jerman dgn desertasi Prinsip dan Panduan
dasar untuk pengembangan Ruang Metropolitan dan ruang megapolitan jakarta.
Lalu , moti f sosialnya adalamotif prestatif , ebgitu juga wakilnya.
Saya pernah diajari , bhw ornag yang punya motif utama berprestasi , lebih
bisa diandalakna dri yang motif sosial utamanya prestatif atau pun power,
Lihat bagian kekuatan Fauzi . sangat meyakinkan..
Kecocokan antara cagub dan wagub, jelas sekali perbadingan bhw Bowo dam
wakilnya punya potensi lebih besar utk cocok utk saling mendukung
dibadingpesiangnya.
.
sebaliknya kelemahan , tapi tidak dalam hal utama, memang masih ada
misalnya sinis thd yg mengritik, suata hal yang pernah sy lihat ketika dia
ditanya ttg banjit di Jakarta, maka kamlima reaksi pertamayanya adalah :,
sinis amat pertanyaan kamu..., baru kemudian menjawab materinya. Kelemahan
yang tentu harus ditutupinya, walau .. sebenarnya dampaknya nggak terlalu
banyak selama dia tahu masalah sebenarnya dan mampu memikirkan cara
mengatasi dan mengimplemensatiskannay.
Memang oranm pintar suka menyepelekan orang lain smile
Walau di tulusan di Kompas ditulis juga betapa dia memobilisr teman sekolah
dan kerjanya untuk mendukung dia. Perlu saya tegaskan.. saya nggak termasuk
yang itu , karena memang saya saat ini nggak dekat dengan dia, nggak
berhubungan apapun dengan dia, dan dia pasti sudah lupa dnegan saya.
Tetapi sebagai teman sekelas.ynag tau sedikit tentang dia, . kan sah saja
saya memberi kesaksian bhw dia pintar ( juara kelas di kanisius) dia bisa
mimpin ( di perhimpuan pelajar maupun Kijarsena ) .
Harapan saya.. jangan karena benci pertai .pendukungnya..lalu tidak mau
melihat potensi dalam diri Foke..
Potensi dalam dirinya jelas...
, pengalamannya yang 12 thn di sekolah katolik , keluarga yang muslim dan
ketua DPW NU DKI, inysa allah membawanya pada kesadaran moral yang baik dan
kemampuannya bertoleransi
Pengalaman puluhan tahun di DKI, membuat dia siap kerja krn tahu maslah,
dan nggak janji muluk seperti sekolah sampai SMA gratis, melenyapkan
banjir, yang pasti suah dipenuhi dalam 5 tahun kedepan, oleh siapapun .
Kepintaran intelektualnya tidak perlu diragukan
Membuat saya bilang di dekat masa akhir kampanye ini..
Bandingkan kemampuan para calon.. lalu .pilih yang terbaik diantara
pilihan yang ada , bukan yang sempurna..lalu..
Coblos kumisnya !!
Pilihan gfolput tidak membawa anda kemana mana..., bisa bisa yang menurut
anda kurang baik yang terpilih...
Semoga kampanye saya.. memang disertai argumen memadai..smile.. dan bukan
cuma karena "pernah kenal "
Salam
Haniwar
Haniwar
http://haniwar.blogspot.com/