ya.saya tertarik.terus, gimana caranya,mas???
saya bukan pelajar.bukan mahasiswa.saya pedagang.




--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/03/muda/3733908.htm
> =========================
> 
> Bosan dengan kegiatan OSIS atau pramuka di sekolah loe? Ekskul juga
> enggak seru amat? Sekarang ada pilihan lain, bukan cuma ngendon di
> sekolah, tetapi loe bisa menambah wawasan ke luar, bahkan
> internasional. Apa itu?
> 
> Salah satunya dengan menjadi aktivis lingkungan hidup. Ah serem
> kayaknya ya? Aktivis gitu loh. Hmm tidak juga kok. Ini aktivis
> lingkungan hidup, menjaga lingkungan sejak dari kita sendiri. 
Caranya?
> 
> "Bergabung menjadi relawan, sekaligus menjadi aktivis lingkungan 
hidup
> nantinya," kata M Taufiq, Direct Dialogue Coordinator Greenpeace
> Indonesia. Pernah kenal kan organisasi nonpemerintah internasional
> bernama Greenpeace? Itu lho, yang suka bikin aksi seru menentang
> kebijakan yang tak ramah lingkungan. Greenpeace kini hadir di
> Indonesia dan membuka pendaftaran untuk relawan.
> 
> "Relawan bisa bergabung dalam kegiatan Solar Generation (SG), Direct
> Dialogue Campaign (DDC), dan Action. Namun, kalau untuk anak-anak
> muda, lebih diarahkan ke SG. DDC itu lebih diarahkan ke kampanye
> publik dan cari suporter, sedangkan Action lebih ke aksi," kata 
Taufiq.
> 
> SG ini kampanye hemat energi ke sekolah-sekolah sehingga kebanyakan
> anggotanya anak-anak SMP dan SMA. "Relawan tidak dikenai donasi,
> tetapi kalau suporter wajib donasi Rp 50.000 per bulan. Jumlah
> suporter Greenpeace Indonesia saat ini mencapai 2.000 orang," kata 
Taufiq.
> 
> Seperti apa sih relawan itu? "Relawan itu individu yang bekerja
> sukarela, mandiri, bertanggung jawab dan sadar bahwa tidak akan
> mendapatkan imbalan gaji atas waktu, pikiran, dan tenaga yang
> diberikan," kata Utut Adianto dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
> (Walhi).
> 
> Namun, apa sih asyiknya jadi relawan? Kata Utut, berdasar 
penelitian,
> melakukan pekerjaan relawan selama beberapa jam saja dapat
> meningkatkan rasa sejahtera secara psikologis. Suasana kebersamaan
> dalam bekerja dapat menghancurkan kepenatan yang menghantui kita.
> 
> Kata Utut, keadaan seperti itu disebut The Helper's High atau 
perasaan
> melambung dan perasaan itu tidak berlalu begitu saja. Para peneliti 
di
> Cornell University Amerika menyurvei sekelompok orang dan mendapati
> bahwa mereka yang menjadi sukarelawan lebih bahagia dan lebih sehat
> daripada yang tidak. Wow... ternyata segitunya yach.
> 
> Walhi punya program Sahabat Walhi yang menampung aktivitas relawan.
> "Walhi ingin menjadikan upaya penyelamatan lingkungan sebagai 
gerakan
> sosial. Semakin banyak individu yang terlibat, semakin besar pula
> harapan tercapainya lingkungan hidup yang lebih baik," kata Utut.
> 
> Manager Fund Raising dan Membership WWF Indonesia Maitra Widiantini
> mengatakan bahwa pihaknya juga sudah lama memberi wadah bagi 
relawan.
> Relawan WWF biasanya dari anggota Suporter WWF, tetapi orang yang
> bukan anggota juga boleh jadi relawan dalam kegiatan WWF.
> 
> Suporter WWF-Indonesia jadi komunitas pendukung yang dibentuk dengan
> tujuan melibatkan publik seluasnya dalam konservasi alam. "Saat ini
> ada sekitar 9.000 suporter, program ini bagian dari penyadartahuan
> publik terhadap isu lingkungan sekaligus penggalangan dana demi
> kesinambungan kerja konservasi," kata Maitra.
> 
> Seorang relawan Solar Generation, Ivy Londa, Siswi SMA Santa Teresia
> Kelas I, mengatakan, dengan bergabung menjadi relawan, banyak hal 
yang
> telah dia dapatkan. "Yang jelas bangga menjadi relawan, saya juga
> belajar banyak berorganisasi sampai tingkat internasional," katanya.
> 
> Bekerja menjadi relawan, kata Utut, dapat menyalurkan kecintaan akan
> suatu hal yang tak terukur secara materi. Kegiatan ini juga bisa
> menjadi pengalaman baru, mengembangkan bakat, dan bertemu dengan 
orang
> baru serta kesenangan baru. Tertarik?
> 
> (AMIR SODIKIN)
>


Kirim email ke