Apa artinya tindakan Zaenal Maarif ini? Zaenal Maarif mau memainkan opini masyarakat, seolah-olah SBY itu kejam amat: Zaenal Maarif sudah mencabut laporannya, koq SBY masih tega-teganya tidak mencabut laporannya.
Tapi jangan kita lupa, bahwa laporan yang disampaikan oleh Zaenal Maarif kepada kepolisian, yaitu penghinaan SBY kepada dirinya, terjadi setelah SBY lebih dahulu menyampaikan laporannya. Kalau mau aman, yang harus dilakukan oleh Zaenal Maarif sebenarnya adalah: Mencabut pernyataannya kepada media massa tentang SBY yang menikah di usia muda itu, mencabut laporannya kepada beberapa lembaga tinggi negara, dan meminta maaf kepada SBY serta keluarga. Kalau Zaenal Maarif melakukan hal yang terakhir tersebut dan SBY memberikan permintaan maafnya, maka saya bisa menerima tindakan SBY. Tapi kalau Zaenal Maarif tidak mencabur pernyataannya kepada media massa dan laporannya kepada beberapa lembaga tinggi negara itu, maka saya usulkan agar SBY jangan mencabut laporannya. Maju terus! Politisi model Zaenal Maarif ini, yang demi mempertahankan jabatan dan kedudukan tega melakukan apa saja, memang harus dihajar. Orang- orang seperti inilah yang membuat proses demokratisasi dan kebebasan yang sedang kita perjuangkan ini menjadi terkesan memuakkan. (Kita jangan lupa, ketika kedudukannya di DPR sudah semakin terancam, tanpa malu-malu Zaenal Maarif datang memohon untuk "pindah rumah" ke PDIP. Dan untunglah permintaannya itu ditolak oleh PDIP). Dan dalam kesempatan ini saya juga ingin menyatakan uneg-uneg saya terhadap media massa kita yang sangat tidak fair dan konyol itu. Banyak media massa yang menganggap tindakan SBY, yaitu memberi pernyataan pers dan melaporkan Zaenal Maarif kepada Kepolisian, sebagai sebuah tindakan yang berlebihan atau mengada-ada. Padahal media massa yang sama itu justeru memberi tempat kepada sinyalemen Zaenal Maarif. Lalu medium apa yang harus dipakai oleh SBY untuk membantah sinyalemen tersebut? Banyak media massa yang mengatakan, sebaiknya SBY diam saja dan tak perlu bereaksi terhadap sinyalemen Zaenal Maarif. Lha, apakah media massa itu tidak menyadari bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang bodoh dan gampang mempercayai berita-berita tak berdasar? Dan kebodohan ini sebagian besar juga terjadi akibat ulah media massa itu sendiri, yang demi peningkatan oplah atau rating tak segan-segannya mengumbar gossip dan sensasi murahan. Horas, Mula Harahap In [email protected], "Agus Hamonangan" <agushamonangan@> wrote: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0708/06/metro/3741032.htm ====================== Jakarta, Kompas - Mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif hari Jumat (3/8) mencabut laporannya ke polisi berkenaan dengan kasus dugaan penghinaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Alasannya, Zaenal khawatir berbenturan dengan kalangan wartawan cetak, menyangkut penafsiran ucapannya. Demikian disampaikan Zaenal dan kuasa hukumnya, Mahendradata, serta Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Komisaris Besar Carlo Brix Tewu yang dihubungi terpisah, Sabtu (4/8).
