--- In [email protected], "asvatama2000" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>kekacauan yang diciptakan oleh kelompok tertentu berdasarkan
ideologi asing harus diamankan karena bertindak anarki.Oleh karena
itu diperlukan peningkatan anggaran untuk polisi untuk meningkatkan
kerja polisi menciptakan ketentraman , persatuan.

kelompok tertentu tsb sebetulnya bekerja atas pesanan dan lindungan 
dari aparat pemerintah atau keamanan.  contohnya FBR itu 
pelindungnya adalah gubernur sutiyoso dan kamtib pemda dki.
fpi itu dibina dalam era pangdam jaya djaja suparman serta kapolda 
nugroho  jayusman utk menggoyang pemeritahan gus dur.  
saat itu kalangan pers menjuluki kedua jendral tsb sebagai jendral 
taliban.   
rahasia umum kelompok itu adalah kelompok yg menerima pesanan utk 
tugas apa saja, spt menjaga lahan kosong dll. 

.>Sebagai contoh, jika standar gaji polisi Indonesia disamakan
dengan Malaysia atau Singapura, maka anggaran harus ditingkatkan
menjadi hampir empat kali lipat Jumlah ini akan bertambah jika
jumlah polisi ditingkatkan. Jika rasio jumlah polisi dan masyarakat
yang saat ini adalah 1:798 diperbaiki sesuai standar ASEAN yakni
1:400, Alternatif lain adalah menetapkan rasio polisi di Jakarta,
yakni 1:750, sebagai standar rasio tingkat nasional. Jika ini yang
digunakan, estimasi biaya untuk menciptakan rasa aman dengan cara
meningkatkan gaji dan jumlah polisi

pemerintah menyadari gaji yg kecil bukan saja polisi tetapi juga 
tni, guru, penjaga kereta api dll.  
untuk itu memerintah memberikan kebijaksanaan yayasan2, koperasi 
kepada polri, tni utk menambah kesejahteraan anggotanya.  
kalau dilihat bisni yayasan tni nilainya triliunan rasanya lebih 
dari cukup utk kesejahteraan anggotanya.   
nasib baik tidak berpihak kpd guru, penjaga kereta api yg tidak ada 
yayayan atau kopersi seperti rekannya anggota polri atau tni.  

>untuk memberikan rasa aman diperlukan kekuatan dan anggaran yang
besar untuk mendorong investasi. kepentingan bangsa harus berada
diatas kepentingan politik.anggaran polisi harus lebih besar
daripada anggaran untuk kesehatan , pendidikan.

rasa aman tidak ada hubungan dgn anggaran yg besar. 
ada anggaran atau tidak adalah tugas polri memberikan rasa aman.  
itu tugasnya polisi dimana2 di dunia.  
tidak ada korelasi hubungan antara besar anggaran dgn rasa aman. 
sebelum polri diberikan tambahan angaran, polri haru dibenahi dulu.  
baik itu yayasan atau koperasi di lingkungan polri terutama mental 
kapolri nya. 
masyarakat sangat terkejut membaca uang yg ada pd rekening pimpinan 
polri ketika diumumkan pleh ppak , nilainya triliunan.  
berapa sih gaji kapolri, kapolda, kabareskrim dll.  
ada pamen polri yg mempunyai pesawat ringan yg harganya 500 juta. 
perwira polri yg berpangkat kapten kendaraannya senilai seratus juta 
lebih, rumah lebih dari layak. 
jangan tanya jendral polri malah melebih rekannya jendral dari tni 
atau gaji manager perusahaan multi nasional. 
ini kasat mata dan fakta. 
kok kondsi spt ini masih dikatakan kekurangan anggaran. 

>Untuk memberantas
teroris kriminal diperlukan aparat keamanan untuk mendukung
stabilitas politik di dalam negeri.Para pembuat kekacauan yang
mengatasnamakan agama,golongan,ormas itu harus segera diamankan oleh
aparat keaman sebelum meluas ke daerah yang lain tanpa kompromi.

yang diamankan dulu adalah yang meberi order atau pelindung 
kelompok2 tsb.
apa polri berani ?  kalau tidak yah tidak usah cari alasan ke 
anggaran kecil dll. 
polri jangan memakai pola preman dalam meminta uang keamanan.  
contohnya jika suatu daerah perumahan, pertokoan, hiburan aman2 
saja, ketika pimpinan preman minta uang jago biasanya penghuni 
mengatakan kan aman2 saja2.  
tak berapa lama ada saja spion mobil hilang, keributan2 dll. yg 
akhirnya meluluskan uang jago setiap bulan kepada prenamn2 tsb.  
kasus lain mungkin kita lihat yaitu freeport yg membeberkan uang 
jago milyaran rupiah kpd tni. 
jadi intinya jangan sampai polri membuat kondisi atau rekayasa tidak 
aman utk mendapatkan uang keamanan atau tambahan anggaran. 





Kirim email ke