http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0709/17/Politikhukum/3851900.htm =====================
Jakarta, Kompas - Pihak kepolisian tidak pernah melakukan penyadapan telepon wartawan dalam menjalankan tugas-tugasnya selaku pencari berita. Namun, dalam rangka penyidikan terhadap sesuatu kasus kejahatan, hal itu dapat diizinkan asalkan sesuai dengan ketentuan. "Polisi tidak sadap telepon wartawan, tetapi yang disadap itu buronan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Sisno Adiwinoto, Minggu (16/9) di Jakarta, menanggapi berita tentang penyadapan telepon terhadap wartawan Tempo, Metta Dharmasaputra, yang dilakukan polisi beberapa waktu lalu. Sisno menegaskan, harus dilihat kasusnya karena sebenarnya yang disadap itu adalah orang yang dianggap telah melakukan kejahatan. Perlu diperhatikan, kata Sisno, upaya yang dilakukan polisi itu tidak ada kaitannya dengan kebebasan pers. Seperti diberitakan media massa nasional, wartawan Tempo bernama Metta Dharmasaputra pada Jumat pekan lalu telah mengadu ke dewan pers setelah mangkir dua kali terhadap pemanggilan polisi yang akan menyelidiki hubungan komunikasi wartawan senior itu dengan tersangka Vincentius pada saat pelariannya. Sebelumnya, Metta dan Tempo mengadu ke Dewan Pers sebab penyidik telah menyadap pembicaraan telepon antara Metta dan terpidana 11 tahun dalam kasus pembobolan PT Asian Agri, Vincentius Amin Sutanto, saat kabur ke Singapura. Tempo menyatakan bahwa penyadapan itu merupakan bentuk pengekangan kebebasan pers. Namun, Polda Metro Jaya telah membantah adanya penyadapan karena yang dilakukan adalah mencari seorang buronan. Dalam pelacakan buronan ini, polisi menemukan hubungan telepon antara Metta dan Vincent sehingga penyidik memanggilnya untuk dimintai keterangan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Sisno mengatakan, pemanggilan Metta tidak terkait dengan tulisan seorang wartawan, tetapi karena terkait dengan pelarian seorang buronan. "Ini bukan soal pemberitaan dan bukan soal kewartawanan. Ngapain dia mengadu ke Dewan Pers," katanya menegaskan. (Antara)
