Peresmian Posko Tim Advokasi Dana Rekostruksi 

Dear All,

Salam kemanusian!

PERS RELEASE
PEMBUKAAN POSKO TIM ADVOKASI DANA REKONSTRUKSI 

Menindaklanjuti kerja-kerja advokasi terhadap korban bencana yang
korban pemotongan dana rekonstruksi (dakons) diberbagai daerah di 
DIY,
Forum Suara Korban Bencana bekerja sama dengan LBH Institute For
Migran Worker mendirikan Posko Tim Advokasi Dana Rekonstruiksi di
Dusun Pudak Desa Terbah Kecamatan Patuk Gunung Kidul. Posko ini
didirikan untuk menggali informasi dan data dari warga tentang
indikasi adanya tindak pemotongan dana rekonstruksi kepada para warga
yang menjadi korban bencana gempa yang melanda DIY-Jateng 27 Mei 
2006.

Dengan adanya posko tersebut diharapkan warga yang hendak menuntut
hak-haknya sebagai korban bencana yang sah untuk mendapatkan dana
rekonstruksi secara penuh berdasarkan ketentuan tetapi dipotong
sepihak oleh oknum tertentu. Posko tersebut juga digunakan sebagai
wahana pendidikan hukum bagi warga terutama dalam pemberantasan 
tindak
korupsi. Sebagai salah satu peran masyarakat dalam upaya memberantas
tindak korupsi maka keberadaan posko tersebut diharapkan dapat 
memberi
manfaat bagi pencerahan warga mengenai kesadaran hukum dalam
menyelesaikan segala persoalan hukum khususnya masalah pemberantasan
korupsi.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Minggu 16 September 2007 di
dusun Pudak Desa Terbah Kecamatan Patuk Gunung Kidul. Acara dimulai
pada pukul 11.00 WIB diawali dengan sambutan oleh Ketua Tim Advokasi
Dana Rekonstruksi Sdr. Y.Budi Wibawa, yang menjelaskan dasar-dasar
pemikiran dan dasar hukum atas didirikannya posko tersebut. Sambutan
kedua diisi oleh Koordinator Forum Suara Korban Bencana Sdr. Aris
Sustiyono, yang menjelaskan bahwa upaya mendirikan Posko tersebut
adalah bagian dari langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah
pemotongan dana rekonstruksi secara hukum.

Langkah ini telah sejalan dengan apa yang sudah dilakukan oleh
LSM-LSM dalam melakukan kerja–kerja sosial dan kemanusian terhadap
warga. Upaya mendirikan posko tersebut juga sudah sejalan dengan
langkah yang ditempuh oleh DPRD Kabupaten Gunung Kidul yang telah
membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait dengan indikasi pemotongan
dana rekonstruksi. Sehingga diharapkan keberadaan posko tersebut juga
menjadi langkah sinergis yang dilaklukan semua pihak dalam
menyelesaikan masalah pemotongan dakons. Semua pihak telah melakukan
kerja-kerjanya sebagaimana peran dan tanggung jawab dalam
menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi masyarakat khususnya
pemotongan dana rekonstruksi.

Sambuatan ketiga sekaligus membuka secara resmi Posko Tim Advokasi
dana Rekonstrusi oleh Ketua Komite Kemanusian Yogyakarta (KKY) dan
Ketua Pusat Studi Pengembangan Kawasan Pedesaan UGM Dr. Susetiawan
yang ditandai dengan memukul kethongan. Acara selanjutnya dialog
bersama warga yang hadir dalam acara tersebut (30 orang). Dalam 
dialog
tersebut warga berharap adanya posko tersebut dapat memberikan
dukungan moril yang riil bagi warga untuk berani mengungkapkan
fakta-fakta tentang indikasi pemotongan dakons. Karena diakuinya
sejauh ini warga bingung harus kemana mengadu dan menyelesaikan
masalah pemtongan dakons, karena warga mengalami kegelisahan dan
ketakutan atas tindak intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang yang
diindikasikan terlibat dalam pemotongan dakons khususnya di Desa
Terbah Kecamatan Patuk Gunung Kidul.

Bagi masyarakat umum atau warga korban bencana yang menjadi korban
pemotongan dakons yang memiliki informasi penting mengenai indikasi
pemotongan dakons bisa langsung menghubungi Tim Advokasi Dana
Rekonstruksi kenomor telpon 0274-6608619 atau 081802748925.
Partisipasi masyarakat sangat berarti bagi tegaknya kebenaran dan
keadilan dalam masalah dana rekonstruksi. Kami berharap dukungan dari
semua pihak dalam melakukan kerja-kerja advokasi bagi warga korban
bencana yang menjadi korban pemotongan dakons untuk kembali
mendapatkan haknya.

Demikian pers release ini kami sampaikan, atas perhatian dan
kerjasamanya, kami ucapakan terima kasih.

Yogyakarta, 17 Sepetember 2007

ttd

Aris Sustiyono
Koord. Forum Suara


Kirim email ke