hal yang bisa di mengerti dari percakapan hangat di bawah kekerasan terhadap perempuan ??? atau memang sedikit menengok sejarah ??? perlu pembelajaran ulang untuk agak memahaminya
salam hangat selalu /Lu2 anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Oh, itu yang dengan Mien Hessels ya? Sukarno muda datang dengan rapi lengkap jas dan pantalon, mengungkapkan seluruh keberaniannya untuk melamar Mien Hessels. Apa jawab Bapak Mien Hessels : "Kowe anak pribumi kotor, nggak tahu diri heh! berani sekali melamar anak saya..." Bung Karno pulang dengan pedih, lalu ia berpikir "Bayi Belanda saja dari kecil sudah diajarkan meludahi pribumi" Mien Hessels besar di Surabaya, kena interniran kemudian menetap di Surabaya dan membeli sebuah rumah lalu mendirikan rumah yatim piatu. Suatu saat Bung Karno yang sudah jadi Presiden datang ke Surabaya lengkap dengan Voorijders yang gagah-gagah, tiba-tiba di tengah jalan ada wanita berdiri menghalangi mobil Bung Karno. Para pengawal marah dan mulai mengacungkan senapan. Namun Bung Karno mengenali siapa wanita tua Belanda yang gemuk itu. Dia-lah Mien... wanita yang pernah dicintainya dan Bapaknya Mien pernah meludah pada harga diri Sukarno. Dengan langkah pelan Bung Karno mendekati Mien dan memeluknya. Sebuah ruang sejarah di masa lalu terbentang lebar pada detik itu...Bung Karno dan Mien saling menangis.... ANTON
