Dear Friend, Liebe Freunde, 

Puisi Indah ini saya kutip dari Milis tetangga, semoga
bisa menghibur anda juga sekaligus mengetuk hati anda
mengenai situasi di Bumi Pertiwi kita ini 

Inilah awal dari tahun 2008, masih banyak PR kita
sebagai kaum terpelajar yang ingin berbakti pada
Bangsa dan Negara, dengan menyumbangkan
pemikiran-pemikirannya serta mengkonkritkannya pada
masyarakat luas.

Saat ini yang mereka butuhkan bukan uang, tetapi
sumbangan pemikiran, tanpa harus tergantung pada
Pemerintahan kita lagi. Jadikan masyarakat kita
sebagai masyrakat yang mandiri, bisa mengatasi
permasalahannya sendiri.Sering kita dengar kata-kata
yang mengatakan "BERSAMA KITA BISA"

Cayoooo!Happy New Year 2008.

Peace, Ratih
======================================================
 
 Layakkah Aku Bagi Mu
 
 Masih Layakkah Keluh-kesahmu?
  
  
 Wahai umat penghuni bumi persada,
 Tengoklah alam semesta terbentang luas sampai ke
 angkasa.
  
 Pernahkah samudera menolak banjir lumpur serakahmu,
 atau pun hujan badai amuk marah dendammu?
 Pernahkah angkasa menolak panah api racun bencimu,
 atau pun tembakan meriam murka dengkimu?
 Pernahkah langit menolak wajah sirik iri cemburu,
 atau pun tampang kesal berkerut carut marut gagal
 putus-asa?
  
 Aku tak pernah membedakan,
 apakah engkau tengah tafakur atau mendengkur,
 sedang sumpah serapah laknat durhaka,
 atau pun tengah asyik bersyukur penuh akur, 
 senandungkan nyanyi kidung gita panganjali,
 atau kumandangkan adzan tarikat makrifat
 berkali-kali,
 atau duduk samadi penuh hikmat berhari-hari.
  
 Matahari kasih Ku tak kan berkurang barang sedikit
 pun,
 slalu setia menyinari hidupmu,
 tepat waktu tak terlambat walau sekali pun.
 Masihkah engkau menanyakan layak akan doamu?
 yang penuh keluh-kesah petisi nasi berkaldu,
 walau sembunyi seperti nila di balik susu bermadu!
  
 Keluarlah engkau dari goa gelap gundah putus-asamu,
 bukalah pintu hati sanubari sabar ikhlasmu,
 bangkit berseri penuh cinta kasih sadar sadhu, 
 menyambut sapa senang riang kekasihmu.
  
 Matahari kasih Ku slalu menerangi hari-hari sadarmu,
 rembulan cinta Ku slalu menyejukkan malam-malam
 samadimu.
 Pandai-bijaksanalah meraup merajut bahagia hidupmu.
 Engkau slalu layak di hadapan Ku.
  
  
 Selamat tahun baru!
 Arhanty
 1 Januari 2008
 =====================================================
 Layakkah aku bagi MU

 di saat saat tertentu
 kulantunkan kidung pujian
 tuk mengagungkan Mu
 atas segala gelar MAHA yang Kau miliki
  
 namun disaat lain,
 kala kesedihan mendera
 kala gundah meraja
 kala duka mengobok jiwa
 dan kala asa membentur tembok kegagalan
 tak jarang aku meragukan keadilan Mu bahkan gelar
 MAHA KASIH MU
  
 Wahai Sang Keberadaan,
 layakkah baktiku bagi Mu
 bila didalamnya terselip pamrih
 yang kupasang secara samar
 layakkah baktiku bagi Mu
 bila benih cinta ini muncul
 hanya saat terkabulnya doa doa
  
 wahai ENGKAU.....
 layakkah aku bagi MU...
  
 -dimas dhika-
 
 
 



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke