sejak semula saya meragukan integritas hanifar ini yg katanya dalam
memperjuangkan pasar tradisonal.
info2 yg diberikan tidak sesuai dengan fakta dan realita.

kalau kita mengambil sample pasar tradisonal di jakarta yg  banyak
terdapat hipermaket, contohnya pasar tradisonal jembatan lima dan
grogol. disana barang dijual mulai dari sayur yg dijual diemperan
saapai toko mas yg pedagangnya mobilnya honda crv.
kalau kita msuk ke dalamnya sebagian diisi oleh pedagang yg tidak
layak disebut kaum papa yg pendapatannya melebihan gaji pns golongan
III. pasar tradisional tsb juga dipenuhi beberapa pedagang grosir yg
omzetnya melebihi toko di mal mewah sekalipun.
 ritel besar seperti ramayana pun masuk kepasar tradisional kopro
tanjung duren.

jadi proteksi apa yg mau diberikan kepada pasar tradisonal seperti
di jakarta ini terhadap kehadiran hipermarket.
orang kebanyakan diharuskan berkorban kepada pedagang pasar
tradisonal yg mobilnya saja ratusan juta.

makanya saya heran jika di masa sekarang ini kok masih ada orang yg
mau ngibul seperti hanifar ini.

sohib

=============================================
--- In [email protected], "Eric Soesilo"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak haniwar, bapak tadi bilang free but fair trade, ada yang tidak
fairkah selama ini ? Mohon penjelasannya di mana ketidak fair an yg
ada sekarang ini antara traditional market dan modern market. Thanks.
>
> Best Regards,
>
> Eric Soesilo
> [EMAIL PROTECTED]
> 0815-13-899-899
>
> Sent from my E61i with Indosat Matrix Blackberry

Kirim email ke