Mas andi, Bungaran membuat data yg saya paste copy lagi dibawah.
Kita tahu laporan rugi laba sebagai salah satu alat ukur utk perusahaan. Lalu ada lagi analisa yang membandingkan saat awal dan saat akhir waktu dinalisa, ( yang akan memperlihatkan kemana atau bagaimana dana dipakai, yang suka diasebut fund flow analysis itu. Nah lihat deh . data yg dikutip Bungaran adalah sebagian data yg muncul saat Eyang turun. Menurut saya yang jujur adalah membanding kan asset dan liabilities, saat terima kekuasaan dan saat akhirnya. Aku nggak perduli jika PSSI main bola menang di babak pertama 10 - 0 kalau akhirnya saat tiup peluit skor akhirnya adalah 10 - 11 , utk kekalahan PSSI... , dengan kata lain ya tetap aja gagal menang. Pastilah hasil analisa... asset kita berupa kekayaan alam berkurang, hutang nambah, moral juga nambah dalam artian nambah buruk... lalu karena mas Andi percaya data .. maka mohon percaya data PBB yg bilang Eyang koruptor nomor satu.. Masih membanggak karya ekonomiEyang ?? Salam Haniwar Trends in Investment Credits, Capital Flows, Rates of Inflation and Foreign Debt, 1998 1. Investment Credit (Billion Rp) 141,464 2. Foreign Direct Investment (Million US$) -356 3. Approved FDI Projects (Billion Rp) 13,536 4. Approved Domestic Investment Projects (Billion Rp) 60,949 5. Portfolio Investment (Million US$) -1,878 6. Inflation Rate (percent) 77% 7. Foreign Debt (Million US$) 150,886 GDP growth, capital growth, labor growth, and TFP growth, 1998 1. GDP growth -13,1 % (In fact, in 1998 the growth rate contracted to 13.1 percent which led to a surge in unemployment and the incidence of poverty) 2. Capital growth -3,96 % 3. Labor productivity growth -12,17 % 4. TFP Economic growth -11,4% 5. The rupiah, which had been in the Rp 2,400/USD1 range in 1997 reached Rp 17,000/USD1 at the height of the 1998 violence. GDP growth, capital growth, labor growth, and TFP growth, 1965 1. GDP growth -1.01 2. Capital growth 1,47 3. Labor productivity growth -2,95 4. TFP growth -4,0
