Bung Agus, untuk mereka ini prioritas utama, maka harus dilakukan. Gengsi dong klo diundang ke pesta tapi cara makannya masih kampungan. Gak bisa pakai pisau untuk motong daging, naluri megang pake tangan masih tinggi, dll. Gengsi dan malu....ini mengalahkan nurani untuk berbuat lebih pada rakyatnya.... Kalo memang pejabat tersebut sudah terbukti memang berjuang untuk kepentingan umum, mungkin rakyat yang dipimpin tidak akan melihat hal itu sebagai masalah. Tapi kalo sekolah di daerahnya hampir rubuh, pengungsi banjir masih belum dibantu, banyak kasus korupsi terjadi di daerahnya, hasil pertanian warganya jelek, lalu mereka mengadakan aktivitas seperti itu, apa kata dunia.....kalo sudah seperti itu, mau bilang apa lagi kalo mereka memang tidak punya hati nurani....Mereka dipilih sebagai pemimpin bukan untuk pesta pora, tapi untuk membawa warga dan daerahnya maju....
riyanto ----- Original Message ---- From: Agus Sugeng [EMAIL PROTECTED] wah gila banget tuh, hare gene masih ada agenda kayak gitu. bagaimana ya caranya mengetuk hati mereka untuk membuat skala priorotas dalam hidup ini. seberapa penting sih agenda itu dibanding dengan membagikan atau menyalurkan uang itu untuk orang-oranmg yang lebih memerlukan. seberapa sering sih mereka akan mengadakan acara jamuan internasional. seandainya acara itu emang penting lebih penting mana sih dibanding untuk membangun sekolah sekolah yang hampir rubuh, dibanding menyalurkan makanan atau uang kontrakan untuk korban lapindo yang sudah sekian lama nasibnya gak jelas, padahal pengusahanya merupakan orang terkaya di Indonesia. ironis sekali, katanya orang timur adalah orang yang sangat religi dan pengasih. MERDEKA!
