Kesalahan besar ada di logika Menaker. Mekaner itu
menurut kita (kita salah kaprah, menaker tidak) adalah
semacam badan yang ketiban pulung karena banyaknya
pengangguran. Mustinya menurut saya dibalik saja
logikanya. 

Rasionalnya begini: Ratusan tahun lalu, sekali tempo
dua orang peneliti pasar (market suveyor) dikirim oleh
pabrik sepatu Clerko Inc ke benua Afrika. Surveyor ke
sana untuk melakukan observasi dan wawancara.
Tujuannya meneliti apakah perlu mbikin pabrik sepatu
di Afrika atau tidak.

Tek, kemudian mereka pulang ke negerinya sana, (di
Inggeris atau di mana,.. gitu). Kedua orang surveyor
itu wajib membuat analisis terpisah. Rekomendasinya
juga berbeda. 

Pak A melapor bahwa di benua yang begitu gedenya
percuma bikin pabrik sepatu. Dia bilang hampir ke
mana-mana orang tidak bersepatu. Di pasar cuma
beberapa orang saja yang berjalan tanpa sepatu. Bahkan
banyak penduduk terkekeh-kekeh melihat surveyor pakai
sepatu.. Jadi percuma bikin pabrik sepatu di Afrika.

Nah, surveyor kedua malah bilang sebaliknya. Coba
tebak alasan surveyor kedua ini!


--- bungaran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kabarnya, malaysia lagi buka lowongan untuk bekerja
> di perbatasan
> Kalimantan, Sumatera.
> Lowongan ini khusus diperuntukan bagi WNI. Bagi yang
> diterima
> kabarnya akan mengikuti pelatihan
> militer(para-militer) dan setelah
> mengikuti pelatihan ditugaskan diperbatasan dan
> dipersenjatai dengan
> peralatan militer.
> 
> Jadi jika Indonesia menginspeksi ke perbatasan
> nantinya akan
> berhadapan dengan milisi yang dipersenjatai oleh
> Malaysia.
> Paramiliter gaya malaysia cukup handal untuk
> menghadapi indonesia
> jika terjadi perang terbuka.
> Ternyata Malaysia lebih cerdik memanfaatkan
> pengangguran di Indonesia
> untuk menjadi milisi(paramiliter).
> HAHAHAHA. Jaman SBY jaman susah, apapun akan
> dilakukan SEKEDAR
> bertahan hidup.

Kirim email ke