Kawan saya pernah dapat televisi dari BCA. Adik saya pernah dapat kupon belanja sekiah juta dari Bank Mandiri. Tapi saya juga pernah dari seorang petinggi bank, kalau nilai hadiah undian2 itu jauh lebih kecil dari anggaran yg didapat dari pengurangan suku bunga yg diperhitungkan dari dibuatnya undian2 itu. Jadi undian2 semacam itu menguntungkan untuk bank. Di sini promosi lewat undian memang sangat efektif untuk menarik perhatian konsumen. Semua hal diundi. Bahkan tiket parkir. Belakangan juga kirim sms ke empat nomor dengan menjawab pertanyaan yg semua orang juga bisa jawab.
Kalau saya, tidak pernah berharap dari undian, dan memang tidak pernah dapat. :) Hidup itu kerja, hasilnya bisa buat melanjutkan hidup. Hidup bukan undian. Jadi, saya lebih berharap BCA atau instansi2 yg fokusnya adalah pelayanan berkonsentrasi di layanan masing2. Masak di Bank BCA Dago sekarang parkirnya dihitung per jam. Apa memang BCA mau konsentrasi ke bisnis parkir? :) Parkir itu bagian dari layanan, sedapat mungkin pernyamanlah nasabah yang akan menggunakan jasa bank. Masalahnya bukan nasabah tidak ingin cepat, tapi pelayanan di BCA memang luama (dibuat lama seperti gerai donat JCo?). Dan sudah jadi seloroh umum BCA itu Bank Capek Antri. Mudah2an ibu dari BCA yg anggota milis FPK memperhatikan komentar dan masukan dari nasabah yang saldonya selalu ada di batas bawah ini hehehehe. horas! erwin >-----Original Message----- >From: [email protected] >[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Samali Djono >Sent: Friday, February 15, 2008 9:24 PM >To: [email protected] >Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Undian BCA > >Rekan Kira Surbakti & Pa' Godlip Pasaribu, bener sekali, saya >juga sudah menjadi nasabah kartu-kredit BCA sejak '86. >nomer undian terkadang sampai seperempat lembar tagihan >kartu-kredit dan selama ini tidak pernah sekalipun telat >bayar, apalagi ngemplang. dan ya itu .. nggak pernah sekalipun >dapat hadiah apa-apa. dalam hal pemakaianpun, pada masa masih >dinas dulu, seringkali mendekati pagu kreditnya. > >Salam, >DjS
