Kawan; Saya nyaksikan tadi malam (Ahad, 17/2, jam 22.05) di Metro TV tayangan dimaksud yang menyoroti kok anggota / mantan anggota DPR yang tersangkut aliran dana BI belum dijadikan tersangka oleh KPK. Dari acara perdana DEMOGRAZY itu, yang settingnya memang mirip Republik Mimpi secara umum saya melihat lalu lintas pembicaraan masih belum padu (maklum perdana). Moderatornya (mantan ratu Indonesia ?) menurut saya masih belum sebanding Anya (sekretaris RM) dalam mengembalikan pembicaraan ke topik bahasan dan dalam memancing serta mengoper pembicaraan kepada tokoh yang hadir maupun pengunjung. Dari tokoh anggota DPR yang mewakili partai2 (mimpi) sangat imajinatif dalam melempar kritik berbentuk satire. Tapi, anggota DPR RI, Mbak Sondakh (mantan ratu yang jadi anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat) ketika menjawab pertanyaan sdr Iwel. Ucapnya, "Partai Demokrat sih nothing to lose dalam kasus tersebut." Wah, jadi Partai Demokrat baru bereaksi bila they have something to lose...dong. Pada hal, si mbak kan wakil rakyat. Untuk rakyat kasus aliran dana BI sudah lose milyaran rupiah. Dari ucap tersebut tampak bahwa para politisi DPR tidak mikirin rakyat, tapi mikirin diri dan partainya untuk 2009. Semoga tayangan itu dapat menggantikan acara RM. Usul kepada penggagas cerita agar mengangkat juga perilaku gubernur, bupati, dan walikota yang menjadi raja kecil di daerah sebagai dampak otonomi. Terutama dalam memanfaatkan bunga bank dari dana daerah yang disimpan dalam bentuk surat berharga BI. Wallahu'alam bissawab. Tabik; Ridwan Nyak Baik -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, February 15, 2008 9:12 AM To: [email protected] Subject: RE: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Pers Poco-poco Seperti nya akan ada penggantinya pak Ridwan, kalau tidak salah nanti acaranya bernama DEMO CRAZY dan tetap di Metro tv, cuma saya tidak tahu pastinya kapan ditayangkannya karena saya bacanya hanya sepintas.
ajpw
