Gak papa brother...Tulang? Aku lahir 1970 alm Papa Pasaribu mama Koto
(Minang)...Jadi punya dwikewarganegaraan...
GBU
Tumpak Silalahi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mohon maaf Tulang�atas kesalahan penyebutan nama�..
Salam
T. Silalahi...
---------------------------------
From: Achmad Jauzi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, March 25, 2008 5:47 PM
To: Tumpak Silalahi; Tumpak silalahi
Cc: [EMAIL PROTECTED]; Dhaha Praviandi Kuantan
Subject: RE: Protes Dari Orang BI
Oke Bung, dari lubuk hati terdalam saya minta ma'af jika ada yang salah
dalam tulisan saya. Saya tidak tahu siapa yang bisa menjamin kejujuran akuntan
publik atau siapapun (saya sendiri tidak tahu apakah saya termasuk dalam
golongan orang jujur atau tidak).
Selamat bekerja bung, demi kebaikan moneter bangsa dan negara ini.
Salam
Achmad Jauzi (Pake Z ya bukan J) Pasaribu
Tumpak Silalahi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sdr. Jauji..saya tidak tersinggung�tapi kalau yang Anda sebutkan
fitnah...siapapun tersinggung...
Saya kira,..kita tidak perlu berdebat dengan prosedur audit�, tapi yang
jelas�kita jangan sempit berpikir�.hanya melihat dampak dari laporan
keuangan bank yang diaudit Akuntan Publik�bagaimana dengan laporan keuangan
debitur (peminjam) dari bank yang diaudit oleh Akuntan Publik??? Kalau Auditnya
debitur ini �Unqualified� dan menyesatkan bank... �akan menyebabkan NPL
bank meningkat�mungkin kantor Akuntan public Saudara jujur�.tapi apakah
anda bisa menjamin, kantor akuntan public lainnya�???
Demikian saja,,,karena saya mau kerja,,,
Saya mau mengakhiri diskusi pepesan kosong ini......
Salam
T. Silalahi
---------------------------------
From: Achmad Jauzi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, March 25, 2008 5:22 PM
To: Tumpak silalahi
Cc: [EMAIL PROTECTED]; Tumpak Silalahi; Dhaha Praviandi Kuantan;
[email protected]
Subject: Protes Dari Orang BI
Ternyata ada orang BI (mungkin juga banyak) yang tersinggung dengan
tulisan saya mengenai BI. Tapi perlu diketahui, tidak ada satupun fitnah yang
saya tulis. Lampu masih menyala silahkan anda lihat malam ini juga. Kinerja BI
dalam fungsi pengawasan dan pengawalan stabilitas moneter juga saya tidak
mengarang bebas, datanya dapat diakses oleh publik...
Lae Tumpak ternyata pernah juga kerja di KAP (afiliasi asing) dan menurut
pendapat beliau opini akuntan publik bisa diperjual belikan. Mungkin di tempat
lain bisa begitu, tapi di tempat saya pernah bekerja saya tidak pernah melihat
hal itu, meski saya mengakui akuntan publik juga manusia biasa (bukan malaikat).
Hubungan dengan kasus ENRON??? Saya tidak mengerti nih kenapa ENRON
dibawa-bawa...
Mas Tumpak bilang bahwa BBKO (bank beku kegiatan operasi) dan BBKU (bank
beku kegiatan usaha) laporan keuangannya unqualified (wajar tanpa pengecualian
d/h wajar tanpa syarat) dalam beberapa tahun tapi ternyata layak dilikuidasi
dalam bentuk BBKU dan BBKO.
Kalau saya tidak salah (CMIIW), di setiap bank ada pengawas BI (on site
supervisor) yang mengawasi semua kegiatan operasional bank day to day. Akuntan
publik melakukan audit berdasarkan GAAP atau PSAK sedangkan BI melakukan
pengawasan day to day berdasarkan fungsi BI sebagai otoritas perbankan, jadi
fungsi pengawasannya memang berbeda (panjang kalau kita bahas mengenai fungsi
audit masing-masing)....
Kalau ternyata bertahun-tahun unqualified tapi ternyata layak likuidasi,
saya justru makin mempertanyakan kerjaan para pengawas BI itu? Mestinya dalam
sekali unqualified yang menuju layak likuidasi, dalam tahun pertama pengawas BI
sudah aware dengan hal ini. Tidak perlu sampai bertahun-tahun....Itu kalau
pengawas BI melakukan kerjaannya dengan benar...Jangan-jangan hanya terima
bersih dari akuntan publik saja tanpa melakukan audit sendiri sesuai dengan
kewenangan sebagai otoritas perbankan. Jika pengawasan dilakukan dengan benar
(dan tentunya cerdas), sekali saja keluar unqualified yang tidak benar
(terlepas akuntan publiknya tolol atau menjual diri seperti anda
bilang)...Pengawas BI mestinya langsung tahu pada tahun pertama (mestinya
kesempatan pertama)...Tidak perlu terjadi penyakit kronis yang akut (tebalik
gak ni istilahnya)...Bertahun-tahun manggut-manggut terima unqualified dari
akuntan publik...eh ujug-ujug banknya layak likuidasi lalu yang disalahkan
akuntan
publiknya, padahal katanya day to day mengawasi ????
Begitu saja tanggapan saya.
Salam