Membaca rencana [ ? ] pengoperasian busway khusus perempuan saya jadi penasaran buat berkomentar; Apakah yang dimaksud bikin busway khusus lagi satu lane lagi buat perempuan ? Mau nambah kemacetan yg sdh parah ? Atau bikin bus2 khusus doang lewat busway lane yg sdh ada sekarang ? Bukankah bis trans Jakarta sekarang ini nggak terlalu penuh karena mobil pribadi masih dominan ? Apakah sudah banyak kejadian2 yang tidak aman bagi perempuan di bis2 Trans jakarta selama ini ?
Saya termasuk senang dengan makin majunya kaum wanita kita baik dibidang politik, business [ makin banyak wanita karier ] dll , namun kadang2 merasa kaum perempuan makin 'ngelunjak' Misalnya dipatoknya porsi atau quota permepuan di DPR, di kabinet dll Sebenarnya yang harus dilakukan kaum perempuan memang diberi kesempatan meningkatkan kemampuannya hingga dengan sendiri nya bisa bersaing dengan laki2 . Kayaknya walau Bu Mega pernah dilecehkan sbg perempuan untuk jadi presiden , kebanyakan kaum laki2 nggak terlalu keberatan kaum perempuan untuk memimpin apalagi kalau kayak Bu Miranda Gultom, atau Bu Sri Mulyani dll itu. Cuma soal patok mematok rasanya cukup berlebihan.... Dan sekarang mau ada busway khusus perempuan, nuntut kereta api khusus perempuan dll padahal perekonomian kita sdh ter mehek2 sekarang ini.. maunya banyak idea2 aneh yg entah apa kepentingannya termasuk terlalu agamis [ ?] karena kekurangan issue yg populis ? Quo Vadis kaum perempuan ? Salam , martin - jakarta ----- Original Message ---- From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, April 1, 2008 7:52:17 PM Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Busway Khusus Perempuan? Ya Perlulah! http://www.kompas. com/read. php?cnt=. xml.2008. 04.01.19233677& channel=1& mn=10&idx= 87 JAKARTA, SELASA â€" Rencana pengoperasian busway khusus perempuan disambut baik oleh masyarakat, khususnya kaum perempuan. Meski mereka meragukan keseriusan pemerintah dalam merealisasikannya, mereka memandang kebutuhan akan busway khusus perempuan sangat mendesak. Citra, salah seorang karyawati yang ditemui Kompas.com di shelter busway Sarinah menyambut baik rencana pengoperasian busway khusus perempuan mengingat kondisi kendaraan umum alternatif ini sejak awal tahun. Namun, dia juga rada pesimis dengan upaya realisasi busway khusus ini. “Menurut saya, ya perlulah saya pikir! Apalagi sekarang busway pun makin ramai aja. Tapi gimana ya, Indonesia kan bisanya teori doang. Lama,â€� ujar Citra di Jakarta, Selasa (1/4). Hal serupa juga disampaikan oleh seorang mahasiswi BSI Salemba ketika transit di halte Dukuh Atas. Ia mengaku belum pernah melihat bentuk-bentuk pelecehan di atas busway, apalagi mengalaminya. Namun, dia mengakui kebutuhan masyarakat akan busway khusus perempuan. “Saya sebenarnya sering naik busway di jam-jam padat, tapi nggak pernah ngalamin (pelecehan-Red) Teman-teman juga banyak yang naik busway tapi belum pernah denger tuh. Tapi kayaknya demi keamanan cewek-cewek, tetep perlu deh busway khusus perempuan itu,â€� ujar mahasiswi yang enggan disebutkan namanya itu. Nina, seorang karyawati yang mengaku jarang menggunakan busway juga memiliki pendapat serupa. “Perlu banget ya, dengan kondisi yang dempet-dempetan begini apalagi untuk ibu-ibu dan orang-orang tua tuh,â€� ujar Nina. Sementara itu, Mira yang baru pulang bekerja dan sedang mengantre untuk naik busway tujuan Blok M malah kurang setuju dengan rencana pengoperasian busway khusus perempuan ini. “Saya rasa nggak perlu ya, asal semua manner-nya bagus dan bisa diatur, saya rasa nggak perlulah,â€� ujarnya singkat. Rencana pengoperasian busway khusus perempuan, kalaupun jadi, memang harus dipersiapkan dengan baik. Pertimbangannya pun harus matang, di antaranya adalah selang waktu datangnya busway khusus ini dan penambahan armada, pastinya. LIN ____________________________________________________________________________________ You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com [Non-text portions of this message have been removed]
