Ass.Wr.Wb.

Wele ... wele ... wele...

Rasanya setelah Reformasi, sudah pasti ada perubahan sikap pejabat kita baik
di Dalam maupun di Luar Negri, kok rasanya belum ada juga ya perubahan, pada
waktu itu Tahun 1966.

Pada waktu saya berada di Luar Negri (1966 - 71 dan 1974 - 82) khususnya di
Eropa Timur, para pejabat kita yang ada disana dan mendapat tugas sebagai
penghubung antara Bangsa, Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah setempat
yang ia jabat (malas ah, menyebut mereka sebagai Diplomat, karena
kelakuannya bukan sebagai Diplomat tapi lebih kaya calo saja tidak ada
bedanya dengan calo2 yang ada di Dalam Negri, malah lebih baik disini
daripada yang ada di LN karena bahasa yang lebih fasih
= Inggrisnya???? = dan pinter melobby agar dapat menghasilkan sesuatu yang
nyata.)

Yang mereka pikirkan selalu objekan, apa lagi kalau ada delegasi yang
datang, pasti yang ditanya harga Tanah di Indonesia, wele ...wele ...wele.

Kapan bisa kita rubah demi kepentingan Bangsa dan Nusa Indonesia Raya?

Wassalam
Mamang

Kirim email ke