suetujuh.. daripada sibuk ngblokir internet (yg sptinya mustahil 100% 
berhasil), mendingan lakukan filtering di orang tua, guru, dll. Dan juga.. 
pendidikan MORAL digalakkan lah... selain aksi pornografi dan tindakan2 
sejenisnya, hal-hal moralitas lainnya spt korupsi jg LEBIH PENTING dibenahi..



To: [email protected]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thu, 3 Apr 2008 05:40:57 +0000
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Blokir Situs Porno, Mampukah?




            Oleh Amir Sodikin

http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.03.01023173&channel=2&mn=156&idx=156



Setelah Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik

atau RUU ITE disahkan menjadi undang-undang, diskusi paling hangat

justru menyoal pemblokiran situs porno oleh pemerintah. Semua orang

bereaksi, kontroversi pun terjadi.



Tanpa pematangan wacana sebelumnya di depan publik, UU itu langsung

punya misi menyingkirkan pornografi dari dunia maya. Di saat

pemerintah tak kuasa menyingkirkan �borok pornografi� di dunia nyata

yang paling seronok dan di depan mata mereka sendiri, pemerintah

kemudian punya target muluk-muluk memberantas pornografi.



Pemerintah menargetkan pemblokiran itu dilakukan di tingkat

masyarakat, tingkat institusi/perkantoran, dan tingkat internet

service providers (ISP). Metode yang digunakan menggunakan piranti

lunak yang sudah lama menjadi mainan para peselancar internet yang

dikenal sebagai software filter.



Beberapa kasus penyensoran isi website yang paling ternama adalah di

China. Namun, misi di China agak ringan dibanding misi di Indonesia,

karena di China hanya mengurusi tulisan yang bertentangan dengan

ideologi politik Pemerintah China.



Melihat rekam jejak pemerintah yang tak kuasa menghadapi peredaran

VCD/DVD porno di dunia nyata, maka misi Pemerintah Indonesia memerangi

pornografi di dunia maya bisa dianggap sebagai impossible.



Respons sementara



Namun, gertakan pemerintah ini ternyata sudah membuat beberapa situs

porno yang dibangun orang Indonesia untuk sementara �tutup warung�.

Situs yang sudah tutup biasanya karena pemilik situs itu alamatnya

sudah diketahui banyak orang.



Warung internet juga sudah mulai khawatir dengan wacana pemblokiran

yang dimulai April-Mei 2008 ini. Dari sisi perekonomian, warung

internet dan penyelenggara ISP-lah yang akan kena dampak langsung

secara permanen (jika memang sungguh-sungguh akan dilakukan

filterisasi pornografi).



Pemilik situs porno Indonesia? Akan kena dampak, tetapi hanya dalam

waktu dekat. Dalam jangka panjang, mereka akan mengganti alamat kontak

di data whois kepemilikan domain dari nama dia ke nama orang lain atau

sekalian diubah ke mode privacy protect yang disediakan di kontrol

domain. Domain adalah nama alamat website seperti www.google.com.

Dengan privacy protect, siapa pun tak akan tahu siapa pemilik domain itu.



Dari sisi hosting (kapasitas server untuk meletakkan data atau file

website) mereka dengan singkat (hanya hitungan menit) juga bisa

memindahkan ke hosting luar negeri (terutama Amerika Serikat) yang

lebih aman. Di Amerika Serikat tersedia banyak layanan hosting yang

secara legal membolehkan adult content.



Dari sisi inilah, pemerintah mustahil memburu para pemilik situs porno

asal Indonesia. Lalu, apakah perangkat lunak yang akan memfilter isi

website itu akan bisa berjalan mulus?



>kern 301m<>h 9737m,0<>w 9737m< Dari sisi teknologi, mustahil 100

persen bisa menjalankan skenario internet nyaman menggunakan perangkat

lunak semacam itu. Para pelanggan ISP, baik rumahan atau warung

internet, akan mengeluh sulitnya mengakses situs-situs yang

diinginkan. Situs yang sebenarnya tidak dalam ketegori porno bisa saja

tersaring tak dimunculkan jika di dalam isinya memuat kata-kata

tertentu yang kebetulan sama dengan kata-kata yang difilter.>kern

251m<>h 9738m,0<>w 9738m<



�White list� vs �black list�



Penulis sempat menguji beberapa software yang digunakan untuk

memfilter pornografi. Ternyata, Youtube, penyedia layanan video

online, adalah salah satu situs yang diblokir karena memang situs

independen ini memiliki ribuan atau mungkin jutaan file video yang

tergolong seronok.



Padahal, penulis masih ingin mendengarkan salah satu cuplikan video

dai kondang Aa Gym di Youtube itu atau menonton video bagaimana cara

membuat kompos. Salah satu kelemahan filter yang menggunakan black

list alamat situs tertentu adalah tertutup kemungkinan akses untuk

hal-hal yang di luar keperluan iseng untuk pornografi.



Masih dengan software filter itu, penulis dengan leluasa juga masih

bisa mengakses pencarian situs-situs dan gambar-gambar porno dari

situs ternama seperti Google. Dengan memanipulasi profil umur di

account Google, maka siapa pun bisa menemukan pencarian gambar-gambar

berbau porno. Inilah yang tak terjangkau oleh sistem pemfilteran.



Apakah Google akan masuk dalam daftar black list? Google adalah �guru

terbaik� saat ini di dunia maya. Hanya dengan mengetikkan: Penemu

lampu pijar, maka langsung ada jawaban di dalam list itu sebagai

Thomas Alva Edison.



Namun, di sisi lain, dengan memasukkan kata kunci jorok tertentu, kita

tetap akan bisa menemukan situs yang kita inginkan. Tidak hanya alamat

situs saja yang bisa ditampilkan, Google juga ada mode tampilan

langsung gambar atau image yang langsung menampilkan parade gambar

secara mengejutkan.



Bukankah ISP bisa memasang server proxy yang bisa dipasangi software

filter yang bisa mencegah akses pornografi? Ya, proxy server adalah

solusi untuk mencegah akses ke situs-situs tertentu yang tidak

diinginkan. Proxy adalah perangkat yang dipasang sebagai perantara

antara pengakses website dengan server sebenernya. Jadi, pengguna

tidak langsung mengakses website itu dari server langsung melainkan

dari server perantara itu.



Akan tetapi, seiring dengan perkembangan teknologi piranti lunak,

sekarang juga banyak beredar bypass proxy server dari yang gratis

hingga berbayar. Sesuai namanya, bypass proxy berfungsi untuk

mengabaikan keberadaan proxy dari ISP itu. Dengan demikian, kita bisa

langsung mengakses internet itu tanpa filter. Bypass proxy ini ada

yang model website online, pengguna dapat langsung memasukkan nama

situs itu secara instan.



Ada pula model bypass proxy yang berbasis software, berarti pengguna

harus mengunduh dulu software tersebut kemudian di-install. Nah, dalam

konteks inilah, sudah sejak lama terjadi perang antara software �baik�

(filter) dan software �jelek� (bypass proxy). Perang ini adalah cerita

lama di dunia internet yang melibatkan para pakar software kelas

dunia. Apakah Pemerintah Indonesia ingin terlibat perang ini juga?



Usulan



Pornografi di dunia maya memang hampir mustahil bisa dibendung. Jika

pemerintah gagal membendung pornografi, sebenarnya sanksinya apa?

Logika inilah yang jarang diungkapkan. Pemerintah selalu ingin

menunjukkan tindakan pengawasan, tetapi selalu tak mau membahas sanksi

apa jika dia tak becus menangani pornografi internet?



Di negara maju, aksi memerangi pornografi dilakukan oleh instansi

swasta di bidangnya dan organisasi nonpemerintah yang peduli. Ini

terkait kapasitas pemerintah yang biasanya memang tak punya keahlian

khusus di bidang itu.



Salah satunya melahirkan software filter di bawah naungan organisasi

nonprofit Internet Content Rating Association (ICRA), www.icra.org.

Model organisasi nonprofit seperti ini lebih pas karena terhindar dari

isu kepentingan proyek. Organisasi ini memberi kesan, tugas

menyelamatkan anak-anak dari pornografi adalah tugas keluarga yang

difasilitasi oleh negara.



Di Amerika Serikat, organisasi nonpemerintah memberikan pelatihan

gratis kepada orangtua. Mereka diberi pengetahuan soal internet, cara

chatting online, cara berinteraksi di website dengan pengguna lain,

dan terutama cara meng-install software untuk memproteksi anak-anak.



Target dari pelatihan adalah agar orangtua mengerti soal internet yang

sering digunakan oleh anak-anak. Orangtua juga dididik bagaimana

memandu anak-anak untuk berinternet secara sehat. Pelatihan seperti

inilah yang seharusnya diprioritaskan, dan manfaatnya lebih luas untuk

memajukan dunia internet daripada membangun proyek sebuah organisasi

pengontrol website di bawah pemerintah.



***



Rekomendasi �Software Filter� Untuk Memblokir Pornografi



1. K9 Web Protection www1.k9webprotection.com �Software filter� gratis

yang sangat direkomendasikan untuk di-�install� di komputer yang

sering digunakan anak-anak untuk mengakses internet.



2. Parent Care Free Ini adalah �software filter� internet bawaan

nettop (laptop ukuran kecil) Intel Classmate. Di Indonesia sudah

beredar di pasaran� yaitu seri Anoa dari Zyrex dan Intel Classmate PC

dari AXIOO. �Software� ini bahkan bisa merekam semua aktivitas anak di

komputer maupun di internet dalam bentuk �screenshot� (gambar layar

komputer).



3. ICRA-plus www.icra.org/icraplus/ �Software� ini pernah dites

penulis untuk �software filter�. Kemampuannya lumayan. Sayangnya saat

ini tak lagi menyediakan �download�. Tapi, dari mesin pencari Google

masih bisa dilacak situs mana yang masih menyediakan �software� ini.



4. Daftar �software� Situs www.softforyou.com berisi daftar �software

filter� berbayar yang layak Anda tengok.



5. Gunakan Google Untuk mencari �software� lain, gunakan mesin pencari

Google.com, masukkan kata kunci seperti: �software filter free

download�. Selamat berburu.


Kirim email ke