(Dikutip dari forum diskusi di Multiply)

Tahun ajaran baru dimulai. Sekelas mahasiswa TPB (mahasiswa tahun pertama) 
jurusan X berbondong-bondong masuk kelas dan menunggu dosen datang. Datang 
seorang laki-laki setengah baya masuk kelas, dan kemudian memulai perkuliahan. 
Baru beberapa menit dia memberi “kuliah”, datang seorang mahasiswa senior, dan 
“menyeret” sang dosen keluar ruangan. 
Kontan para mahasiswa TPB bertanya-tanya. Dan si senior menjawab, “Dia itu Bang 
N, mantan mahasiswa sini yang jadi gila karena ada masalah…”
***
Kisah di atas adalah kisah nyata. Dan tentu saja, Anda pasti akan membenarkan 
tindakan si mahasiswa senior di atas.
Namun sayangnya, dalam kenyataan sehari-hari kita, banyak orang yang melakukan 
tindakan Bang N tsb.
***
Banyak orang yang merasa dirinya kritis dan cerdas mempertanyakan, mengapa 
hanya ulama-ulama yang boleh membuat fatwa dan mengatur kehidupan keberagamaan 
masyarakat. Mengapa tidak semua orang dibebaskan saja membuat penafsiran 
sendiri tentang masalah-masalah agama dan tidak perlu mengikuti “orang-orang 
kadaluarsa” tsb?
Bagi saya, jawabannya gampang. Karena kita tentu tidak akan mengijinkan Bang N 
dan orang-orang semacamnya atau sembarang orang mengajar di kelas perkuliahan.
Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada orang-orang yang kritis dan 
cerdas itu.
Misalnya saya sudah banyak membaca buku tentang kesehatan, baik dari ilmu 
kesehatan modern maupun ilmu kesehatan alternatif. Saya paham betul, bagaimana 
ciri-ciri suatu penyakit, seberapa berat penyakit tsb dari tanda-tandanya, dan 
obat apa saja yang dapat diminum untuk meredakan penyakit tsb.
Pertanyaannya: 
(a)    Bila saya sedang kena flu bolehkan saya mengobati diri sendiri dengan 
cara yang saya anggap tepat buat diri saya?
(b)   Dengan modal pengalaman tsb, bolehkah saya membuka praktik untuk menarik 
agar orang-orang berobat ke saya? Kira-kira bagaimana reaksi para dokter 
professional akan tempat praktik saya tsb?
Misalnya saya sudah membaca 3 lemari penuh buku-buku Fisika karangan para 
fisikawan terkenal dari abad pertengahan sampai modern. Bagaimana kira-kira 
reaksi orang-orang, bila tiba-tiba saja, dengan PD-nya saya memasuki sebuah 
gedung kuliah di MIT dan mengajar fisika kuantum di sebuah kelas? 
Mengapa untuk hal-hal duniawi seperti menjadi profesor, dokter, pengacara, dsb 
kita tidak pernah mempersoalkan bahwa untuk menjalani profesi tsb dibutuhkan 
kualifikasi-kualifikasi tertentu yang tentunya cukup berat dan tidak semua 
orang dapat menjalani profesi tsb, apalagi dengan modal sekadar “merasa bisa”? 
Mengapa untuk masalah-masalah agama banyak orang dengan gampang merasa dirinya 
menjadi ahli yang tidak perlu lagi berkonsultasi dengan orang-orang yang lebih 
berpengalaman dan mendalami masalah-masalah agama? Tahukah Anda bahwa sekadar 
untuk menjadi seorang mufassir Quran yang andal, setidaknya ada 23 cabang ilmu 
al-Quran yang harus dikuasai? Belum lagi menjadi ahli hadits, ahli fikih, dsb. 
Puluhan bahkan mungkin ratusan cabang ilmu yang perlu dikuasai orang untuk 
menjadi seorang yang betul-betul pantas menjadi seorang pembuat fatwa 
keagamaan. Berapa kitab dan berapa cabang ilmu sudah Anda kuasai?
Jangan meniru Bang N.
 
Alifa Yogananda.

 


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Forum Pembaca KOMPAS :

1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke