tapi aku memang jijik kok ngelihat gayanya Persik ini..
dulu nggak segitu amat.. Jangan negatip dulu ributin Persik sama dgn nggak ngurus ekonomi.. bisa juga gara gara nontoin dan dmein Persik.. malah lupa kerja yg benar. Salam Haniwar At 05:02 PM 15-04-08, you wrote: >Kenapa tiba-tiba Dewi Persik diributin? Apa tak ada gawean yang lebih >penting dari sekadar resein goyang sensual? Mbok eling, ekonomi benar-benar >sudah 'gawat darurat'; ini langka itu langka itu mahal itu mahal; tapi >kenapa yang diobok-obok malah hal-hal 'remeh' artis seksi? > >Kayaknya 'dewi persikisasi' ini sangat politis ya? Maksudnya, sejumlah >pilkada 'n pilpres sudah di ambang mata, 'n untuk berhubung di bidang >ekonomi boleh dibilang 'gatot', dicarilah isu pengalih untuk mendongkrak >popularitas, 'n muncullah isu-isu hipokrisi picisan seperti 'pornografi', >'situs negatif', 'pencekalanisasi'. > >Saran saya, mari kita beri pembelajaran terhadap segelintir pihak yang gemar >menjadikan 'pornografi' sebagai komoditas popularitas dengan cara TIDAK >MEMILIH MEREKA LAGI. Tunjukkan pada mereka kalau kita sudah cerdas memilah >mana wilayah privat dan mana wilayah publik. MARI HANYA PILIH CALON YANG >MAMPU MENGUSUNG ISU-ISU KONGKRIT SEPERTI PENURUNAN HARGA, KESTABILAN SUPLAI >BAHAN POKOK, PERBAIKAN INFRASTRUKTUR DAN PEMBENAHAN PELAYANAN PUBLIK. Soal >wilayah privat orang dewasa, biar jadi urusan pribadi. Gak perlu siapapun >atau UU manapun belagak jadi 'polisi moral'. > >Sangat absurd, masih ada UU ITE yang mengkriminalisasi domain privat orang >dewasa. Bapak penguasa, untuk apa capai-capai mempidana 'hal-hal sepele'? >Bukannya saya mendukung situs-situs 'negatif', tapi orang dewasa ya wajar >banget donk kalau buka konten dewasa. Masa disuruh buka situs donal bebek? >Udah deh, mending negara fokus aja ke perkara megakorupsi yang jelas-jelas >telah menghancurkan bangsa. > >Wassalam.
