Dear Bung Adhie;
Kata Bung: ""KOMITE BANGKIT INDONESIA menyarankan agar pasangan Hade,
setelah nanti resmi        
terpilih dan menjalankan amanat rakyat sebagai Gubernur dan Wakil
Gubernur Jawa Barat, jangan mengikuti kebijakan pemerintah Pusat yang
tidak pro-rakyat." 
Pengalaman Aceh yang Pilkadanya dimenangkan oleh Irwandi Yusuf, sangat
sulit dalam melaksanakan saran Bung Adhie tersebut, karena
Peraturan-Peraturan Pemerintah tentang implementasi pembangunan di
daerah masih dibuat oleh pusat yang sepertinya "tidak rela" kontrol
sentralnya berkurang. Meski NAD punya UU No. 11/2006 tentang
Pemerintahan Aceh, namun PP yang mengatur pelaksanaan UU tersebut hingga
kini belum satupun keluar sehingga perda-perda (Aceh: Qanun) untuk
mempercepat investasi dan pembangunan, agar rakyat yang selama 30 tahun
terlilit konflik merasakan angin segar kesejahteraan dalam kedamaian,
serasa masih di awing-awang.
Saya sarankan agar Komite Indonesia Bangkit mengelaborasi kasus
tersendatnya kebangkitan Aceh sebagai bagian dari Indonesia pasca
perdamaian, terutama dalam perspektif pusat selaku pembuat kebijakan.
Kapan Bung, Komite Indonesia Bangkit mengagendakan hal tersebut.
Terima kasih.
Rgds;
Ridwan Nyak Baik
 
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Adhie
Massardi
Sent: Tuesday, April 15, 2008 3:54 PM
To: Kompas Pembaca
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] PILGUB JABAR: Kekalahan Mobil Bekas dan
Tank Mogok

PILGUB JABAR:
Kekalahan 'Mobil Bekas' dan 'Tank Mogok'

MESKIPUN masih prematur, KOMITE BANGKIT INDONESIA
pimpinan DR Rizal Ramli lewat juru bicaranya Adhie M
Massardi, sudah memberikan ucapan selamat kepada
pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) yang dalam
perhitungan cepat (quick count) hasil pilgub Jabar
sampai hari ini berada di posisi teratas (39,79
persen), mengalahkan pasangan Agum Gumelar-Nu'man
Abdul Hakim (34,26 persen) dan Danny Setiawan-Iwan
Sulandjana (25,96 persen).

"Kemenangan pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf
bukan saja menjadi indikator kuatnya semangat
perubahan di masyarakat, tapi juga potret kekalahan
'mobil-mobil bekas' dan 'tank-tank mogok' yang secara
nasional dipercaya oleh kekuatan politik status quo
akan memenangi pertarungan politik pada pemilu 2009,"
ujar Adhie Massardi kepada wartawan di Jakarta (15/4).

"Mobil bekas" adalah istilah Adhie untuk penguasa lama
sipil yang gagal dan di Jabar diidentikan Danny
Setiawan yang kebetulan didukung RI-1 (Partai
Demokrat) dan RI-2 (Golkar). Sedangkan "tank mogok"
sebutan bagi bekas tokoh militer (Agum Gumelar) yang
kualitas kepemimpinannya diragukan. "Celakanya, dalam
skala nasional fenomena 'mobil bekas' dan 'tank mogok'
itu yang mewarnai peta kandidat pilpres 2009," ungkap
mantan jubir presiden ini.

Makanya, untuk mematahkan mitos "mobil bekas" dan
"tank mogok" itu, "KOMITE BANGKIT INDONESIA
menyarankan agar pasangan Hade, setelah nanti resmi
terpilih dan menjalankan amanat rakyat sebagai
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, jangan
mengikuti kebijakan pemerintah Pusat yang tidak
pro-rakyat," ujar Adhie. Sebab, tambahnya, penderitaan
rakyat di Jawa Barat, juga di daerah lain, 90 persen
lebih akibat kebijakan pemerintah Pusat yang sangat
pro-pasar ugal-ugalan.

"Pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf sekarang ini
harus segera meninggalkan gaya pemerintah Pusat, dan
segera menentukan 'jalan baru' yang anti-neoliberal.
Antara lain, mengekplorasi tanah-tanah subur di Jawa
Barat untuk meningkatkan produk pertanian yang
harganya sekarang gila-gilaan, dan akan terus
meningkat sampai 4-5 tahun ke depan," katanya.

"Kami berharap Jawa Barat di bawah kepemimpinan
generasi reformis, benar-benar berhasil sehingga
menjadi inspirasi daerah lain, bahkan mendorong
perubahan yang nyata bagi bangsa ini dalam skala
nasional," demikian Adhie Massardi, juru bicara KOMITE
BANGKIT INDONESIA. 

__________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
<http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> 
 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke