http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/19/10471187/sby.potong.durasi.atraksi.indonesia.bisa.kepanjangan
JAKARTA, SENIN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta kepada Ketua Harian Peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional Chairul Tanjung memotong durasi atraksi kolosal yang diperagakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta dalam peringatan yang dilakukan, Selasa, 20 Mei 2008. "Presiden tidak ingin rakyat bosan. Durasi atraksi akan kami kurangi sekitar 30 menit. Bisa dan akan kami lakukan," ujar Chairul usai mendampingi Presiden melihat gladi bersih Peringatan 100 Tahun Harkitnas di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu malam. Sebagai yang akan tampil di penghujung rangkaian acara yang didukung belasan ribu orang penampil itu, Presiden khawatir antusiasme rakyat surut menjelang akhir peringatan karena bosan. Di penghujung rangkaian acara, Presiden akan berpidato dan meresmikan slogan kebangkitan yaitu "Indonesia Bisa!". Sebelum pidato, rakyat yang hadir di stadion atau yang menyaksikan acara melalui seluruh siaran televisi akan disuguhi berbagai atraksi kesenian dan atraksi anggota TNI dan Polri.Kesenian yang ditampilkan dari berbagai daerah di Indonesia dengan akhir kemunculan Reog yang ditegaskan asalnya dari Indonesia. Sedangkan anggota TNI dan Polri memperagakan kemampuannya berbaris dan senam dengan senjata atau tamengnya.Sebagai bukti ketangguhan TNI menjaga pertahanan dan keutuhan, di akhir atraksinya akan ditampilkan kemampuan beberapa dari anggota TNI mematahkan batangan besi, baja, dan benda keras lainnya dengan dahi. Tidak hanya itu, dahi tempat pelindung otak itu dipakai juga untuk mematahkan tumpukan besi, baja, dan benda keras lainnya.Stasiun TransTV menjadi mitra resmi pemerintah untuk peringatan ini. Karena itu Chairul dan Ishadi SK duduk dalam kepanitiaan. Wisnu Nugroho A
