Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tak terlalu
memperdulikan hasil penelitian Profesor Richard Davies, geolog dari Universitas
Durham, Inggris yang menyimpulkan bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo,
Jawa Timur, sejak dua tahun lalu dipicu oleh pengeboran Banjar Panji-1.
Sambil mengayunkan kaki, menuju lokasi kendaraan Lexus bernopol RI 13, pria
yang kerap disapa Ical ini mempersilahkan pihak kepolisian Daerah Jawa Timur
untuk menggunakannya sebagai berkas penyidikan. "Semua itu boleh dibawa. Ada
100 lawan 1, yang menang ya 100 lah," katanya dengan senyum melebar. (Kompas
Cyber Media / KCM, Kamis, 12 Juni 2008 | 20:36 WIB)
---------------------------------------------------------
Dear all,
Beberapa waktu yang lalu ICW meluncurkan kampenye Anti-Politisi Busuk. Salah
satu kriterianya politisi busuk itu adalah penjahat lingkungan. Namun, sayang
hingga kini ICW belum berani mempublish siapa politisi busuk yang harus
dihindari oleh warga pada pemilu 2009 mendatang.
Nah, ditengah kegamangan kawan2 ICW tersebut, saya coba membaca-baca
pernyataan Aburizal Bakrie di berbagai media terkait dengan semburan lumpur
Lapindo. Di berbagai kesempatan Aburizal Bakrie secara congkak melakukan
pembelaan terhadap Lapindo dalam kasus semburan lumpur panas di Sidoarjo.
Bahkan yang terakhir, Ical, panggilan akrab Aburizal Bakrie, juga dengan
pongahnya meremehkan hasil penelitian para peneliti independen dari luar negeri
yang menyatakan bahwa 99% kasus semburan lumpur di sidoarjo adalah murni
kesalahan pengeboran dan bukan bencana alam.
Nah, dengan gencarnya pembelaan Ical terhadap korporasi yang menurut peneliti
independent sebagai perusak lingkungan yang telah menyebabkan ribuan warga
terusir dan kehilangan hak-haknya ini, apakah Aburizal Bakrie telah memenuhi
kriteria sebagai politisi busuk? Kalau jawabanya ya, lantas mengapa ICW dan
kelompok2 masyarakat sipil lainnya tidak segera mendeklarasikan bahwa Ical
termasuk politisi busuk? Ada pendapat lain dari kawan2?
Mohon pencerahannya
.
Salam,
Daus
[Non-text portions of this message have been removed]