ibu siti ini memang luar biasa. salah satu kriteria pemimpin bangsa
ini agar lepas dari keterpurukan adalah visioner dan berani menindak
segala ketidakberesan yg terjadi. 10 wanita seperti ibu siti di pemerintahan,
niscaya martabat indonesia pasti disegani negara lain. doa saya semoga
ibu siti diberikan kekuatan dan ketabahan di tengah lingkungan beliau
yg telah tercemar berat ini.

-------Original Message-------

From: Agus Hamonangan
Date: Thursday, June 19, 2008 09:38:16
To: [email protected]
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Semakin Banyak Mahasiswa Asing di Fakultas 
Kedokteran Negeri

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/19/01031310/semakin.banyak.mahasiswa.asing.di.fakultas.kedokteran.negeri

Jakarta, Kompas - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyesalkan
semakin banyaknya mahasiswa asing yang kuliah di fakultas kedokteran
di beberapa universitas negeri di Indonesia. Sementara itu,
probabilitas siswa SMA di Indonesia untuk masuk fakultas kedokteran
hanya 4 persen.

�Bayangkan, probabilitas siswa asal Malaysia yang masuk fakultas
kedokteran di Indonesia mencapai 30 persen. Waktu di Rumah Sakit
Sanglah, Bali, saya kaget, kok banyak mahasiswa berwajah India,
ternyata mereka berasal dari Malaysia,� kata Menteri Kesehatan Siti
Fadilah Supari dalam rapat kerja dengan Panitia Ad Hoc III dan IV
Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Rabu (18/6) siang.

Menurut Menkes, di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar
saja ada sekitar 300 mahasiswa asing. Demikian pula di Universitas
Padjadjaran Bandung, Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, dan
perguruan tinggi negeri lainnya.

�Alasan perguruan tinggi negeri menerima mahasiswa asing hanya karena
ingin dibilang world class. Yang saya sedihkan, mahasiswa asing ini
praktik di rumah sakit pendidikan yang dananya dibiayai oleh
pemerintah,� tutur Menkes.

Ironis

Menurut Menkes, Indonesia masih sangat kekurangan tenaga dokter. �Jika
mahasiswa asing itu nantinya lulus, mereka bisa langsung menjadi
dokter di Indonesia tanpa adaptasi, sedangkan dokter-dokter kita bisa
jadi kuli. Ini sangat ironis,� tutur Menkes.

Menjawab pertanyaan anggota DPD tentang rumah sakit pemerintah yang
tidak menyetor ke kas daerah, menurut Menkes, rumah sakit pemerintah
itu secara konstitusional wajib melayani rakyat. Rumah sakit
pemerintah boleh mendapatkan untung, tetapi tidak boleh mencari
keuntungan sebagai tujuan utama rumah sakit.

�Saya dulu kaget saat semua rumah sakit akan dijadikan perseroan
terbatas. Ini berarti nantinya rumah sakit akan komersial dan rakyat
tidak dapat berobat murah. Makanya saya berjuang dan rumah sakit kini
berstatus Badan Layanan Umum atau BLU yang disubsidi oleh pemerintah,�
ujarnya. Konsekuensi BLU, rumah sakit tidak menyetor ke kas daerah,
tetapi bupatilah yang harus melayani rakyatnya, bukan mencari uang
dari rakyatnya yang sakit. (LOK)

Kirim email ke