JAKARTA,KAMIS - Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan PT
Lautandhana Investment Management (LIM), menawarkan investasi bagi
masyarakat luas melalui penerbitan reksadana UGM Fund.  "Reksadana
yang akan diluncurkan pada Juli 2008 ini ditargetkan mampu menarik
investasi sebesar Rp 2,5 triliun," kata Ketua Komite Investasi UGM
Fund, Nasyith Madjidi, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (19/6).

Ia menjelaskan, dengan berinvestasi dalam reksadana UGM Fund, investor
selain akan memperoleh pengembalian dana (return) juga turut
berkontribusi dalam pengembangan pendidikan nasional. UGM Fund
ditujukan sebagai jembatan penghimpunan dana jangka panjang guna
mendukung dana beasiswa, pengembangan kegiatan pendidikan dan
fasilitas kampus, kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian masyarakat.
"Diharapkan dengan banyaknya investor yang terlibat akan ikut
mendorong terciptanya biaya pendidikan yang murah dan terjangkau bagi
masyarakat," jelas Nasyith.

Selain Nasyith Majidi, Komite Investasi UGM Fund beranggotakan Ainun
Na'im, mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) dan A. Tony
Prasetyantono, Chief Economist Bank BNI.

Rektor UGM, Prof Ir Sudjarwadi Ph.D menyatakan, reksadana UGM Fund
merupakan salah satu sumber penggalangan dana abadi dalam rangka
menjadikan UGM yang mandiri dan berkomitmen untuk kepentingan rakyat,
dan terus maju sebagai research university. "Kami berkeinginan untuk
menggalang dana abadi dari berbagai sumber yang terus tumbuh dan
berkembang," paparnya.

Sudjarwadi mengajak para simpatisan UGM dan semua pihak yang memiliki
komitmen untuk memajukan pendidikan di Indonesia untuk menjadi
investor reksadana UGM Fund.

Reksadana campuran yang sudah memperoleh izin efektif dari Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tanggal 8 April
2008 tersebut, menawarkan beragam pilihan investasi. Pertama, Platinum
Investor dimana seluruh hasil investasi akan disalurkan kepada
rekening dana abadi UGM, sedangkan sisa pokok investasi tetap menjadi
milik investor.

Kedua, Gold Investor berupa skim investasi yang 50 persen dari hasil
investasinya disalurkan ke rekening dana abadi UGM, sedangkan pokok
serta 50 persen investasi milik investor. Ketiga, Silver Investor,
dimana 15 persen dari hasil investasi akan disalurkan kepada rekening
dana abadi UGM, dan 85 persen hasil investasi dan pokoknya milik investor.

Ada juga jenis investasi Evergreen Investor yang seluruh pokok dan
imbal hasilnya menjadi dana abadi UGM. Sementara skim Regular
Investor, tidak lain sebagaimana reksadana pada umumnya, yaitu  pokok
dan imbal hasil seluruhnya milik investor dan UGM hanya memperoleh
bagian management fee.

Direktur Utama LIM, Ahmad Subagja, menyatakan reksadana UGM Fund
tersebut akan dikelola secara prudent namun progresif. Sehingga,
investasi tersebut aman namun tetap memperoleh return yang signifikan
untuk investor dan pengembangan pendidikan nasional, khusunya UGM.

UGM Fund antara lain akan ditanamkan pada saham-saham blue chip,
obligasi, Surat Utang Negara (SUN) dan instrumen investasi lainnya
secara prudent namun progresif. "UGM Fund akan dikelola secara
profesional dan transparan antara lain dengan mengumumkan nilai aktiva
bersih (NAB) harian dan pelaporan berkala," katanya.

EDJ
Sumber : Ant

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/06/19/14235486/ugm.tawarkan.reksadana

Kirim email ke