Sekedar sharing mengenai sikap dan profesi guru masa kini. hhmmm....ternyata seorang pendidik zaman sekarang semakin gak jelas tujuannya jadi guru, terlalu sadis kali yah?
saya mempunyai pandangan yang tidak istimewa terhadap guru-guru, maaf kenapa saya bisa bicara seperti ini? beberapa bulan yang lalu saya mengundurkan diri dari sebuah sekolah dasar negeri, meskipun pada saat itu saya baru berpredikat guru honorer (bisa dibayangkan) betapa banyak orang menginginkan profesi itu....tapi bagi saya tidak...justru saya sangat prihatin sekali melihat kebobrokan para pendidik yang ternyata mempunyai mental rendah. mungkin terdengar munafik, tapi inilah kata hati saya, saya tidak mampu berada di komunitas pendidik tetapi yang dipikirannya tidak ada visi dan misi memajukan generasi bangsa malah justru membuat kemerosotan mental. guru-guru zaman sekarang lebih mengharapkan materi,hadiah dari orang tua murid pada saat kenaikan atau menjelang hari raya,apalagi saya juga sebagai orang tua murid merasakan kenapa mesti menjadi suatu keharusan saya harus memberi sebuah bingkisan dan apakah akhirnya akan ada korelasi antara pemeberian hadiah dan nilai pelajaran? saya tidak pernah mau membiasakan memberi hadiah untuk meng-upgrade nilai anak saya disekolah buat saya itu tidak benar. kecuali kalau memang saya ingin memberikannya itupun tidak perlu berpengaruh pada nilai. para guru sering mengeluh uang yang didapat tidak sesuai..hingga ada oknum guru yang suka mencari obyekan seprti memeberikan les-les tambahan padahal jelas-jelas pemerintah menaikan gaji guru agar guru-guru tersebut tidak memberikan les diluar jam sekolah, dan itupun dengan alasan orang tua murid yang meminta. beberapa kejahatan kecil di setiap sekolah pasti sudah mengenal kata "korupsi berjamaah", pertama kali mendengar itu sepertinya lucu sekali apa yang disebut berjamaah? koq hal seperti itu koq dimaklumin yah? bukannya dana BOS atau dana BOP seharusnya di gunakan untuk kemajuan sekolah bukan untuk dibagikan untuk uang saku para guru...kan sudah ada jatahnya. maka tak heran setiap menjelang akhir bulan kepala sekolah, bagian administrasi dan Guru akan disibukkan dengan "sulapan nominal" di buku laporan. karena saya dapat merasakan keinginan orang tua yang menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang layak tetapi apa daya kalau para gurunya mempunyai kepentingan pribadi di dalamnya maka akan sulit memajukan pendidikan ini secara benar.terutama untuk para guru SD negeri. jelas...sekolah gratis, buku gratis tetapi bukan akhirnya memeras orang tua murid dari hal yang lain..... dan kekerasan guru terhadap muridnya pun saya pernah melihatnya..dan itu yang membuat saya menjadi tidak respect akan hal itu. karena tadi merasa tidak mempunyai tanggung jawab menanamkan moral dan sikap yang baik. salam, Inasastra Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
