Padahal presiden sudah tahu ya, apa yang menjadi penghambat ekonomi. Tetapi 
kok, tidak ada tindakan apa-apa.
   
   
  Salam
   
   
  Hendra Wijana

Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut empat kelompok masalah yang
menjadi penghambat pertubuhan ekonomi yaitu infrastruktur, perizinan,
perpajakan, dan keamanan. Untuk keamanan, Presiden geram dengan
informasi banyaknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan preman
kepada para pelaku ekonomi. ”Bayangkan kalau negara dikuasai preman.
Preman apa pun. Ada UUD 1945, ada undang- undang, ada aturan main.
Tidak boleh (dikuasai preman), susah nanti. Bagaimana mau low cost dan
efisien kalau pungli ada di mana-mana,” ujarnya saat membuka
Musyawarah Nasional V Himpunan Kawasan Industri di Istana Negara,
Jakarta, Kamis (19/6). Karena geram dengan informasi soal pungli,
Presiden ingin menyamar ikut truk untuk melihat di mana saja ada
pungli. ”Saya mau menyamar pakai kacamata, pakai kumis. Saya kepingin
lihat cegatan-cegatan itu di mana saja dan berapa cegatannya. Siapa
tahu dilebih- lebihkan, tetapi siapa tahu benar ada pungutan di
sana-sini,” ujar Presiden. Namun, niat Presiden untuk menyamar surut
sebelum dilaksanakan karena dilarang para menteri dan Pasukan
Pengamanan Presiden (Paspampres). Presiden menuruti larangan itu
meskipun mengaku ingin melihat sendiri seperti apa pungli yang dialami
para pelaku ekonomi. (INU)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/20/0058573/kilas.ekonomi



                           

       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke