http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/20/00553240/mahasiswa.asing.diincar
Jakarta, Kompas - Mahasiswa asing yang banyak belajar di fakultas kedokteran di perguruan tinggi negeri Indonesia terdaftar sebagai peserta kelas internasional. Karena itu, biaya masuk dan uang kuliah jauh lebih mahal sehingga bisa menjadi sumber pendapatan bagi perguruan tinggi negeri. Keberadaan mahasiswa asing memang diincar perguruan tinggi negeri (PTN) untuk mengejar status perguruan tinggi kelas dunia. PTN pun telah mengatur kuota agar kuota pendidikan bagi mahasiswa lokal tetap terjaga. Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyesalkan semakin banyaknya mahasiswa asing, terutama dari Malaysia, yang berkuliah di fakultas kedokteran di beberapa universitas negeri di Indonesia. Dia berpendapat hal itu membuat probabilitas siswa SMA berkurang untuk masuk perguruan tinggi negeri. Beberapa universitas yang disebut-sebut oleh Menkes antara lain Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, dan Universitas Hasanuddin Makassar. Rektor Universitas Hasanuddin Idrus Patrusi mengatakan, Kamis (19/6), mahasiswa asing yang masuk ke fakultas kedokteran di Universitas Hasanuddin terdaftar sebagai peserta kelas internasional atau kelas khusus sehingga tidak mengurangi jatah mahasiswa reguler. Mereka membayar dengan biaya lebih besar, yakni uang masuk 12.000 dollar AS dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) 5.000-6.000 dollar AS per tahun, sedangkan mahasiswa reguler membayar uang masuk Rp 1,5 juta dan SPP sebesar Rp 1,5 juta per tahun. Biaya yang dikeluarkan mahasiswa-mahasiswa asing tersebut ikut menyubsidi mahasiswa reguler mengingat biaya pendidikan kedokteran terbilang mahal. Selain itu, biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa asing tersebut juga diperhitungkan sebagian untuk kontribusi ke rumah sakit pendidikan. Jumlah mahasiswa asing kedokteran sekitar 50 orang per tahun. Total mahasiswa asing kedokteran di Universitas Hasanuddin sekarang sebanyak 350 orang, sedangkan mahasiswa kedokteran warga Indonesia sekitar 2.000 orang. Jumlah mahasiswa asing di seluruh fakultas di universitas tersebut sekitar 400 orang. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Eri Surahman, menanggapi pernyataan Menkes, mengatakan, keberadaan mahasiswa asing menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mengejar status kelas dunia. âJika ingin mendunia, pertanyaannya itu, kan, adakah mahasiswa asing di fakultas Anda? Dengan keberadaan mereka, berarti kami, kan, telah recognized,â tuturnya. (INE/JON)
