Bung Rudy dan Rean-Rekan FPK, Terima kasih atas banyaknya link ke alamat web yang anda berikan setiap menjawab permasalahan :) Sayang, saya belum menemukan terobosan yang lebih konkrit :)
Entah kenapa www.opec.org sekarang susah dibuka.. kalau di antara anda ada yang bisa buka, silahkan lihat dasar Sekjen OPEC mengeluarkan rilis tanggal 8 Mei 2008 tentang harga minyak, antara kekuatan suply negara OPEC dan terus naiknya hara minyak serta analisa order di bursa komoditas.. Terakhir, saya dikatakan menyerah menghajar spekulan NYMEX.. saya rasa, kalau saya lelah untuk apa saya menulis.. Kelihatannya Bung Rudy miss my point.. Sedari awal diskusi soal Energi dan Fluktuasi Financial saya selalu mengatakan "Outward Looking, Inward Feeling"... Melihat apa makna dari kejadian di luar sana dan melihat feel apa yang terjadi di dalam.. Kalau saya ini pemimpin negeri ini, maka tentu saja tidak cukup "Feeling", tapi action.. Dan jika itu saya miliki sebagai sebuah amanah, tentu saya akan mengambil sikap seperti PM India .. kurang lebihnya "Jika Bursa Komoditas dijadikan acuan, maka Bursa tersebut harus dibangun dalam kesetaraan oleh seluruh negara(*)...Sehingga, sistem dan mekanisme pencatatan kontrak dari supply yang tersedia dan sistem dan mekanisme perdagangan kotraknya-nya diatur oleh setiap negara, dipantau, diawasi, diperiksa, diinvestigasi da ditindak oleh sistem pengawasan dan mekanisme penegakan hukum yang menganut azas universalitas hukum internasional yang setara bagi seluruh negara" Itu kalau saya pemimpin... Kalau saya menyerah untuk apa saya Menulis? Untuk apa setap Jum'at Subuh waktu WIB saya melihat Rekening The Fed (seperti serig saya share melalui tulisan di media atau diskusi di milis ini) .. itu semua untuk melihat dampaknya ke "Inward Feeling".. dan sebagai "Rakyat Biasa Saja".. saya hanya bisa berbuat dengan melakukan sharing... Jadi, kalau dikatakan saya menyerah, menyerah atas apa? [keterangan (*) di kalimat di atas: Bursa didirikan dan dimiliki oleh para pelakunya, sehingga dikenal dengan model Shareholder Membership... Sehigga, jika itu menyangkut kepentingan semua negara, maka shareholder membership adalah representasi negara. Karena harga minyak menjadi konsideran seluruh negara. Karena dasar kepentingannya, saya menganggap Bursa Komoditas Energi dan Pangan harus jauh dari agenda "Demutualized Exchange".. Demutualized (Demutualisasi) adalah konsep shareholder Bursa yang telah meratifikasi konsep non membership shareholder.. dampakya Bursa Negara Maju memiliki saham di Bursa Negara Lain yang telah di-demutualisasi (waspadai juga ini he3x).. Kalau di Komoditas Minyak.. DMEX (Dubai) memiliki non-membership shareholder, yaitu NYMEX dan LMEX (London)..] Saya rasa, kalau anda cermat membaca tuisan saya dari waktu ke waktu, saya selalu "menyerang" soal "harga" dari sisi "perbuatan spekulasi" yang terjadi... Saya tak pernah mengatakan "menyerah" ke spekulan.. Tapi, saya tahu diri...bahwa kapasitas saya ini hanyalah seorang diluar "kekuasaan".. di luar arena.. yag saya lakukan dan itu yang saya harapkan akan bersemi di-antara "Cocerned Citizens" di Republik ini adalah saling sharing untuk memperkuat basis kapasitas untuk membaca keadaan.. Membaca untuk membuat antisipasi... Kita ajak semua membenahi NYMEX.. maaf saja bagi saya untuk apa (wog masalah di stadion Finansial Negeri, Bursa dan Kurs kita aja masih laten spekulasi kok dengan literasi hanya 0,015 dari populasi penduduk).. dan paling banter itu urusan SBY-JK sebagai pemimpi untuk membawa rezim kesetaraan Bursa Komoditas seperti saya bilang di atas.. Kita perlu, mengatisipasi semuanya untuk hidup di negeri ini.. dan *bagi saya* sebagai "rakyat Indonesia biasa saja" sikap berjuang adalah "membaca, menganalisa, menulisnya, mendiskusikannya dan bergerak".. Satu yang pasti, saya selalu tegas menyuarakan dampak spekulasi ke sistem perekonomian nasional.. karena bagi saya itulah hidup kita.. kalau BENAHI NYMEX .. SBY-JK aja yang punya hak diplomasi diam saja :) bagi saya sih kalau mereka Takut, minimal ada "Financial Buffer" strategy yang dilakukan... Itu saya rasa JELAS saya suarakan (dan silahkan cek semua tulisan saya muaranya ke sana).. Kalau boleh saya mengkritik Bung Rudy, anda terlalu banyak bermain di link Informasi yang anda suka dan semuanya berbasis "library literacy".. maaf, kalau anda berani menantang "orang lain menyerah".. saya belum melihat ada sesuatu yang anda bangun untuk "kesadadaran kelas" agar kita "survival" dari permainan pasar finansial.. karena ujungnya selalu normatif "percaya ke pasar finansial".. argumentasi yang dibangun pun "kalau semua nyerah, untuk apa bahas spekulasi"... di titik itu saya tegaskan, saya tak akan pernah menyerah dan tetap akan melihat arus spekulasi dan rumusnya "Outward Looking, Inward Action".. Maaf kalau terlalu personal jawabannnya, Tapi saya rasa Bung Rudy telah masuk ke ruang "penyerangan pribadi" dengan mengatakan soal menyerah.. sehingga sesuai prinsip "disclousure" yang saya yakini, maka adalah wajib bagi saya untuk menjawabnya :) Terima kasih.. semoga bermanfaat.. Itu saja, dan ini posting terakhir saya soal thread ini.. Bukan karena nyerah, sory aja Bro "saya bukan tipe seperti itu".. tapi saya tak tertarik ke diskusi yang terjebak di debat kusir yang mengarah ke "legitimasi personal", yang menurut hemat saya akan mendilusi pengkayaan wawasan dan cara berpikir itu sendiri.. Tabik, -Yanuar Rizky- mail to: [EMAIL PROTECTED] on the net: http://www.elrizky.net elrizkyNet::dari RT-RW ke Internet menuju Pasar Modal:: 2008/7/14 rudyanto_nebeng <[EMAIL PROTECTED]>: > Bung Yanuar, > > Terima kasih undangannya, rupanya Bung Yanuar ini tipe sayang > keluarga :) > > Aksi spekulasi yang terjadi di NYMEX adalah realita, bahkan Bung > Yanuar sendiri rupanya berkelit (atau angkat tangan) untuk > "menghabisi" para spekulan NYMEX tersebut. > > Solusi utama sudah jelas yaitu: > > The only way to bring down the price of oil is to increase supply > and reduce demand. > > Sebenarnya saya masih berharap ada solusi kedua tapi rupanya memang > tidak ada karena yang ditanya rupanya "angkat tangan", walaupun dalam > link yang saya berikan sebelumnya, seorang profesor Harvard Business > School sudah menyatakan bahwa adalah mustahil (impossible) untuk > mengontrol perilaku SPEKULAN. > > NEBENG adalah salah satu cara (bukan satu-satunya) dalam mengurangi > konsumsi minyak (reduce demand). Dan ini TERBUKTI menjadi solusi > utama saat terjadi OIL SHOCK di negara-negara barat pada tahun 70-an > dan 80-an. Budaya NEBENG akan otomatis membudaya begitu terjadi > kelangkaan BBM. Tentunya budaya ini perlu dibangun mulai dari > sekarang karena butuh waktu mengubah kultur seseorang, seperti yang > kita lakukan saat ini :) > > Maaf saat ini saya agak alergi bicara "energi alternatif", karena > banyak yang sering "bersin" dan "batuk" di sini, sabar dan tunggu > tahun 2009 :) (Semangat KMB mode ON) > > Antisipasi terhadap sistem moneter adalah seperti antisipasi terhadap > gunung meletus. Kita tidak bisa cegah gunung itu meletus, yang bisa > kita lakukan adalah "ngungsi yuk coy", dan kembali setelah keadaan > aman. Konkretnya adalah jaga stok beras dalam posisi aman (stok satu > bulan), beli emas (tapi jangan banyak-banyak, nanti dirampok), jangan > terlalu banyak hutang (kalau ini, punya banyak pendukung di sini). > > Supaya rakyat tidak menjadi korban, tentunya LIBATKAN rakyat dalam > mengatasi masalah ini, bukannya cari kambing hitam dan membiarkan > permasalahan utama tidak ditangani serius. > > Sebagai pencerahan, silakan lihat link berikut: > http://news.guelphmercury.com/Opinions/article/353601 > > Pengetahuan saya terbatas, seperti terbatasnya kemampuan saya > mengeksplorasi Google, bila dirasa masih ada yang kurang, mohon > pencerahannya. > > Best Regards, > Rudyanto > Mari Hemat BBM, Ayo Nebeng! > Let's get something done TOGETHER
