Mas Joni

Justru sebaliknya mas. Yang kita sentil itu adalah mereka yang seolah-olah
menyuarakan kelompok marjinal dan seolah-olah berada di kelompok itu,
padahal .............,  namun anda tahu sendiri lah di panggung persilatan
ini harus punya indra ketujuh (keenam aja belum cukup) untuk membedakan mana
pendekar dan mana penjahat dan lebih parah lagi menjadi antagonis karena
tuntutan padepokan. Saya sadar ada sisi putih dan hitam dari RM, but am
still support of all his white side that greatest.

Salam
MIH



2008/7/14 Joni Yulianto <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Ini saya tulis khusus untuk mas mohamad ilmi husein:
> Apa maksud anda dengan kata2 yang saya kutip di bawah ini:
> "nanti makin sering kita ngumpul di
> curuk seribu, untuk menutup orang-orang yang buta, tuli dan mulut
> doweeeeeeer." Bukankah orang2 yang anda sebut2 itu adalah mereka2 yang
> selama ini selalu termarjinalkan, terampas haknya dan selalu tersisih oleh
> belenggu pemahaman normalisme yang telah merendahkan martabat kemanusiaan!
> Jangan2 anda adalah salah satu dari mereka itu ya!
>
> Salam damai untuk human rights and equality
>
> M Joni Yulianto
>
> Disability Studies Master Candidate,
> School of Sociology and Social Policy,
> University of Leeds
>
> Social Science Building, Leeds, LS2 9JT, United Kingdom
>
> 16 Woodsly Terrace,
> Leeds, LS2 9NA, United Kingdom
>
> Phone: 00441133496478
> Mobile: 00447809240357
> E-mail:
> [EMAIL PROTECTED] <joni.yulianto%40gmail.com>
> [EMAIL PROTECTED] <jonisibuta%40yahoo.co.id>
> [EMAIL PROTECTED] <ss07mjy%40leeds.ac.uk>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke