Pak Manneke,
Saya 100 % setuju bahwa sebelum membangun PLTN di Indonesia, yang harus
dibenahi adalah moral para pemimpin politik kita, sehingga mampu meningkatkan
kepercayan publik terhadap pemerintahnya.
Dengan moral yang baik, niscaya Indonesia akan segera keluar dari krisis.
Moral, sekali lagi moral yang harus segera dibenahi.
Pemimimpin yang baik harus memberikan keteladanan kepada rakyatnya.
Saat ini banyak mobil dengan Nopol RI ..... (artinya mobil seorang Mentri)
cenderung mau enaknya sendiri kalau lewat jalanan yang sedang macet total.
Pengawalnya cenderung memasang muka angker saat minta kendaraan lain untuk
minggir dan beri jalan kepada Pak Mentri tsb.
Itu contoh buruk yang tidak boleh dipamerkan kepada rakyat.
Jadi sekali lagi: Keteladanan itu perlu untuk membangun moral yang baik.
Salam,
Adyanto Aditomo
manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Penolakan banyak orang atas PLTN sebetulnya punya akar lebih dalam
daripada sekadar tak percaya pada keamanan PLTN. Penolakan ini sumbernya adalah
ketidakpercayaan publik terhadap aparatur pemerintah. Yang ditolak sesungguhnya
bukan PLTN-nya, tapi integritas orang-orang yang akan terlibat dalam
pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan PLTN.
�
Sampai kepercayaan itu dapat ditumbuhkan, penolakan terhadap PLTN akan terus
berlanjut. Makanya, rekan-rekan pendukung PLTN, daripada capek-capek
membeberkan segala macam fakta tentang betapa amannya PLTN (yang kita semua
tahu itu cuma di atas kertas), lebih baik bikin gerakan untuk meningkatkan
kepercayaan publik pada pemerintahnya.
manneke