JAKARTA, SELASA - Pada era Orde Baru, siapa tak kenal Prabowo
Subianto? Selain dikenal sebagai menantu penguasa Orba, Soeharto, ia
juga dikenal sebagai petinggi militer yang disegani. Kini ia kembali.
Mulai diproklamirkan sebagai salah seorang calon presiden yang siap
bertarung pada arena Pemilihan Presiden 2009 mendatang. Apa yang
membuatnya kembali?

Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif mengatakan, kembalinya
sang Letjen karena ia mempunya ekspektasi politik sendiri yang
terhenti di era reformasi. "Sejak Orde Baru, kita kan mengenalnya bak
rising star yang punya ekspektasi sendiri. Tapi, reformasi
menghentikan sementara ekspektasi politiknya. Dan sekarang, ada second
wind yang membuat orang lupa dengan apa yang terjadi di masa lalu.
Lupanya publik, memberi peluang baginya untuk kembali meretas karier
lama yang tertunda," kata Yudi kepada Kompas.com, Selasa (15/7).

Lalu, apa, siapa, dan bagaimana sosok Prabowo Subianto
Djojohadikusumo? Bapak satu anak, Ragowo Hadi Prasetyo itu memulai
kariernya dengan menempuh pendidikan di Akabri tahun 1974. Pendidikan
perang khusus di Amerika Serikat dan Latihan Khusus Antiteroris di
Jerman pun dienyamnya.

Pria kelahiran 17 Oktober 1951 itu tercatat sebagai anggota Komando
Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Tim ini saat di Timor Timur
menewaskan Presiden Fretilin Nicolao Lobato. Prabowo, yang merupakan
putra tokoh nasional Prof Soemitro Djojohadikusumo ini, pernah
menjabat sejumlah posisi 'seksi', di antaranya Wadan Detasemen
81/Kopassus, Dan Detasemen 81/Kopassus, Danyon 328 Kujang II/Kostrad,
Kepala Staf Brigif Linud 17/Kostrad, dan Danjen Kopassus tahun 1996-1998.

Karier militer tertinggi yang dicapai Ketua Umum Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia itu adalah Pangkostrad tahun 1998. Pada tahun yang sama
pula ia dimutasi menjadi Dansesko ABRI dan dinonaktifkan tahun 1998,
tepat ketika sang mertua lengser dari singgasananya. Prabowo juga
sempat diperiksa Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada 21 Agustus 1998
berkaitan dengan kasus penculikan dan penyekapan sejumlah aktivis.

Saat dikonfirmasi dugaan keterlibatannya dengan kasus tersebut,
Prabowo menyerahkan penilaiannya kepada masyarakat. "Kita sedang
menghadapi kondisi bangsa yang sulit. Saya hanya ingin menjawab
kebutuhan bangsa dan berbuat lebih baik. Silakan rakyat yang menilai.
Saya ingin melihat ke depan, hati nurani saya bersih. Saya berdiri di
atas keyakinan saya," kata Prabowo kepada wartawan, Senin (14/7) kemarin.

ING
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

http://kompas.com/index.php/read/xml/2008/07/15/09544177/prabowo.sang.

Kirim email ke