JAKARTA, SELASA - Pemerintah mengakui, meskipun ada peningkatan
nominal utang yang diserap Departemen Keuangan setiap tahunnya, namun
pemerintah tidak mencatat ada peningkatan jumlah atau nilai negara
dari penambahan dana dari pinjaman tersebut.

Itu disebabkan karena sebagian besar dana yang dikelola pemerintah
dalam APBN masih terpangkas oleh kebutuhan yang langsung dimanfaatkan
oleh masyarakat banyak, terutama subsidi dan transfer dana ke daerah.

Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri
Mulyani Indrawati mengatakan hal tersebut saat menghadiri acara
Penyerahan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Award
di Jakarta, Selasa (22/7).

Menurut Sri Mulyani, pihaknya banyak menerima pertanyaan dari berbagai
pihak tentang peningkatan utang pemerintah, namun dana yang diperoleh
utang itu tidak mampu menggenjot pertambahan nilai aset negara. Itu
juga terjadi pada tahun 2008 ketika nilai tambahan utang mencapai
lebih dari Rp 125 triliun.

"Itu karena uangnya memang habis terbakar untuk membiayai subsidi,
baik subsidi BBM (bahan bakar minyak), l istrik, atau subsidi
nonenergi," ujarnya.

Pada tahun 2009, total anggaran subsidi akan mencapai Rp 336 triliun,
namun dana tersebut akan habis hanya untuk membuat masyarakat
bersenang-senang saja. Akan tetapi, kesenangan rakyat itu tidak akan
berlangsung lama, karena dana tersebut tidak dialokasikan untuk
menambah aset yang tahan bertahun-tahun.

Lama kelamaan, orang akan semakin sadar bahwa penggunaan dana itu
merupakan pilihan. Jika, seluruh dana itu digunakan untuk subsidi,
maka akan membuat rakyat happy saja, namun aset tidak bertambah. Atau
menggunakan dana tersebut sebagian untuk membangun sekolah, fasilitas
kesehatan, atau infrastruktur jalan. "Itu keputusan politik yang harus
ditetapkan bersama. Bahkan Asia Foundation atau lembaga USAID pun
tidak bisa ikut dalam keputusan itu," ujar Sri Mulyani.

Orin Basuki
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/22/1926405/utang.bertambah.tetapi.aset.negara.tidak.makin.kaya.

Kirim email ke