Sebagai orang yang awam politik, saya kok jadi bingung soal penjelasan mengapa Golkar terpuruk saat ini.
Alasan yang sering disampaikan oleh para petinggi Golkar, mulai dari Ketua Umum Golkar yang juga Wakil Presiden sampai para Pengurus Golkar di daerah, penyebab utama keterpurukan Golkar karena Golkar sepenuh hati mendukung Pemerintah. Dukungan penuh terhadap Pemerintah ternyata dianggap "dosa" oleh rakyat. Agar Golkar berhasil dalam Pilpres 2009, maka mulai saat ini Golkar harus mulai berbenah diri agar rakyat memaafkan "dosa" Golkar yang telah mendukung Pemerintah sepenuh hati, sehingga diharapkan Golkar akan memenangkan Pilpres 2009. Tidak jelas bagi saya, apakah kesimpulan saya diatas salah atau Pengurus Golkar "rada linglung"? Logika saya: Menjadi Wakil Presiden adalah bagian penting dari pemerintahan. Dengan jumlah wakil Rakyat di DPR dan DPRD yang cukup dominan serta banyaknya jumlah kader Golkar yang potensial dalam membantu jalannya roda pemerintahan, seharusnya Golkar mampu memberikan yang terbaik untuk pemerintahan ini. Bahwa dalam kenyataannya, jalannya pemerintahan tidak optimal serta banyak kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sehingga membuat kehidupan rakyat makin sulit, jumlah rakyat miskin dan pengangguran makin bertambah, kesalahan itu tidak bisa sepenuhnya ditimpakan kepada SBY dan Partai Demokrat saja, tetapi juga merupakan bukti kegagalan Golkar dalam menjalankan roda pemerintahan. Situasi itulah yang menyebabkan rakyat marah kepada Golkar. Selain itu, Golkar juga "penyumbang terbesar" koruptor di Indonesia. Jadi sangatlah tidak etis kalau para petinggi Golkar menyalahkan Pemerintah dalam hal keterpurukan Golkar dimata rakyat. Sebaiknya Golkar jangan mengkambing hitamkan Pemerintah dalam hal keterpurukan Golkar. Anehnya, tanpa malu - malu Golkar tetap berupaya untuk memenangkan Pilpres th. 2009. Pertanyaan saya: Kalau nanti Golkar ternyata menang tetapi kondisi ekonomi justru makin memburuk, kira - kira siapa lagi yang akan dijadikan Kambing Hitam???? Kok "politik Kambing Hitam" tidak pernah hilang sejak jaman Orde Baru. Komentar saya: Bangsa ini memerlukan solusi, bukan kambing hitam. Salam, Adyanto Aditomo Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/26/18013099/.golkar.terpuruk.karena.dukung.pemerintah JAKARTA, SABTU - Kader Golkar yang juga Gubernur Porvinsi Gorontalo, Fadel Muhammad mengakui bila saat ini partainya sedang mengalami keterpurukan. Salah satu faktor utamanya adalah lantaran Golkar sebagai pendukung pemerintah. Namun begitu, Fadel menyatakan tidak akan hijrah ke partai lain, setia bersama Golkar. "Saya akan tetap bersama Golkar dan memang harus diperbaiki. Tapi, kalau diperbaiki jangan dulu digoncang munculnya 22 DPD Golkar yang meninginkan Munaslub. Juga dari Kaukus Muda Golakr. Kalau banyak kalah Pilkada, tentu perlu koreksi keras buat Golkar karena salah menentukan kader sebagai calon," ujar Fadel Muhammad, Sabtu (26/7). Golkar memang perlu koreski besar-besaran. Kalau tidak, kata Fadel, Golkar akan hancur dan ia melihat ada distorsi besar karena munculnya partai baru keluarnya tokoh Golkar yang kemudian membuat partai baru. "Sementara partai yang oposisi (kepada pemerintah) mendapatkan nilai bagus. Golkar adalah partai pembela pemerintah yang makin menurun citranya di mata rakyat. Ini juga yang mengakibatkan Golkar ikut turun," papar Fadel Muhammad. Potensial Salah satu Keta DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Andreas Hugo Pariera menilai, Fadel Muhammad adalah figur muda potensial. Tak salah kata salah seorang anggota Komisi I DPR ini, Fadel masuk sebagai salah satu figur yang masuk kriteria sebagai calon pendamping Megawati. "Memang, sejauh ini belum ada pembahasan mengenai usulan cawapres pendamping ibu Megawati di tingkat DPD PDI Perjuangan Jabar. Namun, Fadel memang salah satu model pemimpin yang bisa memadukan dengan baik, politik dan bisnis," kata Andreas. "Bussines enterpreneurship dalam manajemen pemerintahannya. Nah, dari segi itu sah-sah saja kalau dikatakan Fadel Muhammad sebagai salah satu pendmping ibu Megawati," urainya lagi. Rachmat Hidayat Sumber : Persda Network --------------------------------- Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers [Non-text portions of this message have been removed]
