http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/08/14/16253418/pd.memangnya.anak.presiden.tak.boleh.nyaleg
JAKARTA, KAMIS- Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat membantah bahwa pencalonan putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro (Ibas) lebih karena unsur nepotisme. Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo mengatakan, tak ada pemaksaan terhadap Ibas. Ibas juga tercatat sebagai pengurus aktif di DPP Demokrat. "Apa anak Presiden tidak boleh berkecimpung di dunia politik? Dia juga kan menempuh pendidikan politik. Kalau KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) itu kan ditunjuk dan dipaksa. Ini kan tidak, Ibas maju karena sudah sesuai dengan sistemnya. Nanti jugakan bersaing dengan caleg dari Dapil (daerah pemilihan) lain. Mau anak Presiden atau siapapun, silakan saja asal sesuai dengan sistem di partai," kata Hadi di Kantor DPP Partai Demokrat, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (14/8). Edhie maju sebagai caleg dari Dapil VII Jawa Timur (Pacitan). Alasan pemilihan daerah tersebut, karena merupakan daerah kelahiran SBY. "Jadi diharapkan ada kedekatan secara emosional," jelas Hadi. Ia menegaskan, jika memang tak mendapatkan suara terbanyak, maka otomatis Edhie tak akan menjadi legislator di DPR. Demokrat menyatakan akan menentukan caleg terpilih dengan sistem suara terbanyak, tak mempertimbangkan berapapun nomor urutnya. Ketika ditanya apakah ada anggota keluarga SBY yang mencalonkan diri sebagai caleg, Hadi menjawab, "Tidak ada. Lagipula jangan dibesar-besarkan lah. Misalnya ada pengusaha, terus anaknya jadi pengusaha juga, apa itu nepotisme? Nggak juga kan. Asal memang ada kemampuan, kenapa tidak?," ujarnya. Inggried Dwi Wedhaswary Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
