Kalo nggak salah di tahun 1970-an pernah ada film judulnya "Koruptor"
yang main Abdurrahman Saleh eks jaksa agung kita dan Sophan Sophiaan
kalo nggak salah juga film ini sempat dibredel. Film ini berkisah
tentang kehidupan koruptor uang negara.

Anton


--- In [email protected], "Erwan Susandi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Film horor dan misteri bisa dihubungkan dengan korupsi. Misal
koruptor
> mati jadi hantu atau arwah gentayangan korban koruptor.
> Yang bertema percintaan pun bisa, seperti liku-liku asmara sang
> koruptor dan daun muda, atau kisah sedih anak koruptor di meja
> sekolah.
> Film dokumenter jejak yang hilang koruptor kelas kakap era 1990an.
> Banyak lagi....
>
> Pada tanggal 13/08/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> > Banyak judul dan tema film di Indonesia, mulai dari horor,
percintaan,
> > hingga drama keluarga. Namun, yakin, tak ada satu pun film yang
> > bertema "perang" melawan korupsi.
> >
> > Karena itu, Wakil Presiden M Jusuf Kalla menganjurkan sineas
Indonesia
> > untuk membuat film bertemakan gerakan antikorupsi. Tujuannya
jelas,
> > agar film itu dapat dijadikan pembelajaran secara dini untuk
mencegah
> > korupsi sekarang ini.
> >
> > Usul Wapres itu diungkapkan seusai melakukan kunjungan kerja di
> > Lembaga Sensor Film (LSF), Jakarta, Selasa (12/8). Wapres
didampingi
> > Menteri Negara Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh, Menteri
> > Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, serta Menteri Negara
> > Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta. Wapres diterima Ketua LSF
Titie
> > Said dan wartawan senior Rosihan Anwar.
> >
> > Sebelumnya Wapres menonton guntingan film yang tak layak ditonton,
> > melihat sarana dan fasilitas kerja LSF, serta tak ketinggalan
melihat
> > poster film nasional dengan judul yang membuat bulu kuduk berdiri,
> > seperti Tiren, Jelangkung, Suster Ngesot, dan Misteri Terowongon
> > Casablanca.
> >
> > "Namun, film yang dibuat jangan bersifat propaganda dan
dokumenter.
> > Jika film antikorupsi dibuat seperti itu, jangankan ditonton,
mencegah
> > korupsi pun malah tidak," kata Wapres.
> >
> > Masih menurut Wapres, "Sebaiknya film dibuat dengan tema
antikorupsi
> > yang ceritanya menarik. Mungkin dibumbui dengan humor yang
memancing
> > penonton menyaksikan film itu. Pokoknya, jangan seperti
dokumenter dan
> > bersifat propaganda."
> >
> > Jero Wacik mengeluhkan sikap DPR yang pernah melarangnya membuat
> > sebuah film untuk merangsang perfilman Indonesia. Larangan
diberikan
> > saat rapat kerja pada awal pemerintahan tahun 2004.
> >
> > "Kami ingin mengembalikan kejayaan film nasional dengan memancing
> > membuat film agar insan perfilman tergerak juga membuat film lain.
> > Namun DPR malah meminta kami menghentikan pembuatan film itu,"
papar
> > Jero Wacik. (suhartono)
> >
> >
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/14/00053120/andaikan.dpr.meng
izinkan.film.antikorupsi...
>


Kirim email ke