Sampeyan ini bilang kalo korban ditunggangi LSM, seakan-akan korban itu nggak
ada otaknya
dan terus bisa dimainkan kekanan-kekiri sekehendak hati
korban itu juga mikir cak ...... mana yang mbelani mana yang nggak
1. memangnya orang kabupaten itu mudah banget ditakut-takuti ya?? sehingga
orang lsm bis dengan mudah
minta ikut masuk. wah sampeyan ini melecehkan petugas pengamanan disana
yang sangar-sangar kuwi.
apa yang aneh kalo kemudian lsm ikut terlibat?? sejak kapan pendampingan
dilarang??
lsm itu pasti nggak akan ikut kalo nggak diminta oleh korban yang sedang
memperjuangkan nasibnya
trus maunya sampeyan gimana? korban dikotak sendiri diruang steril gak
boleh berteman dengan siapa-siapa??
nggak boleh minta bantuan siapa-siapa??
brainwash?? he... GEPPRES itu lebih dulu bikin alur perjuangan menuntut
cash and carry setelah ditinggal GKLL yang ngambil
cash and resettlement, baru berhubungan dengan beberapa lsm yang mau
bantuin ... lsm yang terlibat di sidoarjo itu banyak cak ....
tapi nggak semua mau bantuin perjuangan cash and carry. kenapa?? soal'e itu
bersebrangan sama kepentingan lapindo
2. yang bilang perpres gak dzolim itu siapa?? kalo sekarang korban dipaksa
menggunakan perpres sebagai cara penyelesaian,
apa mau tambah didzolimi lagi dengan pembelokkan alur pembayaran cash and
resettlement??? sampeyan pernah baca
perpresnya nggak sih?? wong disana ditulis jelas bayar 20-80%, IPJB juga
bilang akan dibayar 80% secara tunai, lha kok mau
diganti jadi cash and resettlement. sejak awal diskusi kami, kita sudah
sadar bahwa perpres ini bukan satu-satunya pilihan.
tapi kalo korban mau taat pake perpres terus mau dibohongi lapindo dengan
bilan petok d dan letter c gak bisa di-ajb-kan,
apa tidak boleh dibantu?? kalo sampeyan pingin tahu, Posko bersama dimana
Geppres gabung, juga berisi kawan-kawan
kelompok 9 desa dan kelompok 3 desa selatan tanggul plus desa-desa lain.
dan tidak semua desa sama pilihannya,
beda-beda bos. tapi bukan berarti gak bisa sama-sama berjuang. dan
spesialisasi lsm iku juga macem-macem,
dan gak semua idenya sama, yo bisa beda ... wong banyak kepala bergabung
kok. tapi iku guna'ne diskusi, rembug'an,
tukar pikiran, menyamakan persepsi banyak kepala
3.wah iki tambah ngawur ae .... salah satu alasan kenapa akhirnya kawan-kawan
gak datang ke pertemuan dengan cak nun
adalah menghindari benturan fisik korban yang sudah menderita kuwi. kalo
gelem kenceng-kencengan yo sido perang nang porong
justru tujuan posko bersama kuwi untuk meminimalkan benturan antar desa
(kalo sampeyan ngerti berapa kali bentrok antar desa
urusan tanggul-menanggul pasti ngerti argumen iki) posko bersama kuwi
gabungan beberapa desa dan didampingi beberapa lsm
sampeyan kan wis pernah buka situs korbanlapindo.net pasti ngerti sopo ae
nang kono .........
rere
korban (Perum TCPP, desa Renokenongo)
----- Original Message ----
From: mad.dollah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, August 13, 2008 9:16:08 AM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] LSM-LSM Tunggangi Korban Lumpur Lapindo
Bila sebelumnya hanya terdengar desisnya, sekarang ada bukti bahwa
beberapa LSM sengaja menunggangi Korban Lumpur Lapindo untuk
memperpanjang eksistensinya. Bukti-bukti itu diantaranya :
1. Ada ancaman dari 'oknum' LSM di Pendopo Kab. Sidoarjo agar
perwakilan LSM dapat masuk ke ruang pertemuan dengan Bupati dengan
warga korban sewaktu terjadi demo menuntut pembayaran sesuai Perpres
oleh GEPPRES. Ini fakta aneh, wong bukan korban koq menuntut masuk
ikut dalam dialog dengan Bupati? Ternyata mereka para LSM itu maunya
terus menuntun / mem-brainwash korban agar tetap pada tuntutannya
dan turut serts mendesak Bupati dengan logika-logika ke LSM-an.
2. Bukti bahwa LSM-LSM itu memang cuma menjaga eksistensinya saja
tanpa benar-benar secara tulus mendampingi korban adalah : LSM-LSM
itu sejak awal menentang Perpres yang memerintah Lapindo utk
membayar korban dg skema 20% dan 80%. LSM-LSM itu berteriak
dibelakang korban yang menuntut pembayaran langsung 100% bukan pakai
dp dan pelunasan setahun kemudian. LAlu ketika upayanya mentok dan
Lapindo tetap dgn skema 20 : 80, mereka sekarang ganti haluan
dibelakang korban yang menuntut agar skema seuai Perpres saja. Lha
dulu kata LSM itu-LSM itu perpres itu dholim karena koq perintah
bayar pake dicicil segala, lha koq sekarang menghasut korban utk
sesuai perpres saja. (skrg ada modifikasi skema dari isi perpres
oleh sebagian korban lumpur dalam perundingannya dg pihak Lapindo,
yaitu tidak murni sesuai perpres 9hanay utk yang surat tanahnya
bukan hak milik), tp bangunan dibayar tunai dan tanah diganti tanah
tang digaransi buyback setahun serta dp 20% dianggap hangus).
3. Bukti bahwa LSM-LSM itu cuma menunggangi korban : Mereka
menggunakan taktik menjelekkan warga korban Lumpur, yang tidak seide
dengan mereka. Padahal hubungan kekerabatan korban Lumpur sejatinya
antar sesama korban tidak akan pernah ada bukti pernah mau menyakiti
hati saudaranya sesame korban apalagi sampai mengeluarkan fitnah
keji menerima sogokan, begundal lapindo dlsb. Penerapan taktik ini
bukti bahwa LSM untuk menarik dukungan korban agar percaya dia,
mendiskreditkan pihak lainnya meski itu melukai hati kecil korban
baik yang ia dukung maupun yang mempunyai pilihan selain ide LSM.
Apa benar?
[Non-text portions of this message have been removed]