PERNYATAAN SIKAP

PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA

 

 Menuju
Sosialisme dengan Pembebasan Nasional !!!

Pemilu 2009 bukan Pemilu Rakyat !!!

 

Salam rakyat pekerja,

 

Indonesia akan merayakan
kemerdekaannya pada bulan Agustus ini. Sudah 63 tahun Indonesia merayakan
kemerdekaannya, namun harapan rakyat untuk menggapai kehidupan yang lebih baik
ternyata tidak kunjung dapat dinikmati. Angka kemiskinan semakin meningkat,
upah buruh sangat rendah, biaya pendidikan semakin mahal, rakyat semakin sulit
untuk mengakses pelayanan publik dan lain-lain. Tentunya bukan kondisi seperti
ini yang dibayangkan ketika kemerdekaan dinyatakan oleh proklamator kita 63
tahun yang lalu.

 

Perjuangan kemerdekaan
digelorakan agar rakyat Indonesia terbebas dari penjajahan. Karena penjajahan
saat itu hanyalah menyesengsarakan kehidupan rakyat Indonesia dan hanya
menguntungkan kaum penjajah. Namun apa bedanya dengan kondisi sekarang? Rakyat
Indonesia sat ini masih saja belum mencapai kesejahteraan, dan kemakmuran yang
dicita-citakan selama ini hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang memiliki
kekuatan modal.

 

Hal ini dikarenakan penguasa di
Indonesia sejak Orde Baru sampai saat ini tidak pernah berpihak kepada
rakyatnya. Kepentingan yang didahulukan oleh para penguasa hanyalah kepentingan
para pemilik modal dan kelompok-kelompoknya. Dampaknya adalah rakyatlah yang
kembali menjadi korban penindasan. Inilah penjajahan gaya baru yang kembali
menyengsarakan rakyat Indonesia melalui penjajahan ekonomi yang dilakukan oleh
para pemilik modal atau perusahaan multinasional.

 

Neoliberalisme memainkan peranan
yang kuat dalam melakukan penjajahan gaya baru serta mengatur kehidupan rakyat
Indonesia sehingga rakyat Indonesia semakin miskin dan sengsara. Seluruh
potensi yang dapat mensejahterakan rakyat diperdagangkan untuk kepentingan para
pemilik modal. Privatisasi BUMN, pencabutan subsidi dan komersialisasi lembaga
pendidikan akan semakin menjauhkan rakyat Indonesia untuk mencapai
kesejahteraannya. Maka sudah saatnya bagi rakyat Indonesia untuk memperjuangkan
kembali kebebasannya dengan mengusung PEMBEBASAN NASIONAL.

 

Pembebasan Nasional artinya
rakyat Indonesia harus membebaskan dirinya dari perusahaan multinasional yang
selama ini telah membuat kehidupan rakyat Indonesia semakin sengsara dan
miskin. Pembebasan Nasional artinya rakyat Indonesia dapat meraih hak-haknya
untuk sejahtera. Rakyat Indonesia harus membebaskan dirinya dari kungkungan
penjajahan gaya baru tersebut.

 

Jalan satu-satunya untuk
menghancurkan penjajahan gaya tersebut hanyalah SOSIALISME. Sosialisme lah yang
dapat memberikan kesejahtaraan bagi rakyat Indonesia. Dengan membangun dan
mengontrol industri nasional di bawah kontrol buruh, maka rakyat Indonesia akan
sejahtera. Dengan menasionalisasi industri strategis seperti migas di bawah
control rakyat, maka rakyat akan sejahtera. Dengan menolak privatisasi
perusahaan pelayanan publik maka akses rakyat Indonesia ke pelayanan publik
akan terjamin. Dengan biaya pendidikan yang murah, maka rakyat Indonesia akan
semakin mudah mengakses pendidikan sehingga tercipta pendidikan yang murah,
demokratis dan bervisi kerakyatan. Dengan jaminan akses pelayanan publik maka
akan tercipta jaminan kesejahteraan bagi perempuan. Dengan menolak pencabutan
subsidi BBM dan menggagalkan kenaikan harga BBM, maka jaminan penghidupan yang
layak akan terpenuhi. Dengan memberikan hak atas tanah dan berproduksi kepada
petani penggarap, maka kehidupan para petani penggarap akan sejahtera. Semua
ini adalah agenda-agenda SOSIALISME yang harus diperjuangkan.

 

Pencapaian kesejahteraan tersebut
hanya bisa dilakukan jika penguasa di Indonesia berpihak kepada rakyat. Namun
sudah sejak Orde Baru sampai saat ini, tidak ada satupun penguasa di Indonesia
yang mementingkan kepentingan rakyat Indonesia. Mereka hanya mementingkan
kepentingan para pemilik modal dan mengorbankan kepentingan rakyat. Maka rakyat
Indonesia harus mengambil alih kekuasaan di Indonesia. Karena hanya jika rakyat
pekerja yang berkuasa maka rakyat akan sejahtera. Kekuasaan harus berada di
tangan buruh agar ada jaminan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. 
Pemilu
2009 sama sekali tidak mencerminkan sebuah kekuatan yang dapat mensejahterakan
kehidupan rakyat. Dengan masih berkutatnya kekuatan partai politik lama dan
munculnya partai politik baru yang mengikuti pemilu 2009 sama sekali tidak
menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat. Maka dari itu, Pemilu 2009 bukanlah
pemilu rakyat, namun pemilu yang dibuat oleh kaum bourjuis untuk melanggengkan
kekuasaan dan kepentingannya.

 

Maka dari itu, Perhimpunan Rakyat
Pekerja menyatakan sikap:

Indonesia
     harus merdeka dari penjajahan gaya baru yang selama ini telah
     menyengsarakan memiskinkan rakyat. Jalan satu-satunya agar rakyat
     Indonesia dapat memerdekakan dirinya adalah dengan mengusung 
SOSIALISME.Pemilu
     2009 bukanlah pemilu rakyat, karena pemilu 2009 hanyalah alat bagi kaum
     bourjuis untuk melanggengkan kekuasaan dan kepentingannya.

 

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja

Jakarta, 15 Agustus
2008

 

Sekretaris Jenderal

 

 

 

    Irwansyah



Komite Pusat

Perhimpunan Rakyat Pekerja



JL Gading 9 No 12

Pisangan Lama, Jakarta Timur



Phone/Fax: (021) 47881632

Email: [EMAIL PROTECTED] / [EMAIL PROTECTED]

Website: www.prp-indonesia.org

Petugas Kesekretariatan:

- Fandris (021-99485643)

- Rizky (08999869106)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke