Mbak Gadis Arivia,

Saya setuju, situasi Pilpres AS selalu melibatkan perdebatan
substansial, kebijakan vs kebijakan. Intinya, lebih meruncing &
intisari dari kontestasi politik di AS jauh lebih bermakna daripada di
Indonesia.

Di Indonesia hanya perang papan iklan/reklame, spanduk dgn
slogan-slogan hampa, dll. Intinya, jangan harapkan persaingan politik
meruncing kepada perdebatan 'platform' politik masing-masing.

Yang saya maksud dgn 'the great divide' adalah masyarakat AS
terpecah-belah. Mohon koreksi bila saya salah, perpecahbelahan itu
mirip dgn masyarakat Indonesia sewaktu menghadapi fenomena Jemaat
Ahmadiyah!

Salam,

Patrick Hutapea

--- In [email protected], Gadis Arivia
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Patrick,
> 
> Saya pikir bukan "the great divide" tapi memang harus ada kontras
dan inilah yang ingin diperlihatkan oleh kedua kandidat.  Kontras ini
penting agar pemilih dapat mengetahui apa sebenarnya program, visi dan
misi masing-masing kandidat dan perbedaannya di mana.  Terutama bagi
pemilih yang independen mereka ingin melihat kontras tersebut sehingga
bila misalnya saya memilih Obama saya tahu platform sosial, ekonomi,
politik luar negeri, kesehatan dan pendidikan yang ditawarkan oleh
Obama demikian pula dengan McCain.
> 
> Dalam isu ekonomi, sangat jelas McCain mengikuti garis konservatif
yakni secara maksimal mengembangkan dunia bisnis tanpa campur tangan
pemerintah.  McCain menuduh Obama "anti-corporate" dan ini adalah
kontras yang penting buat rakyat Amerika yang sangat pro-bisnis. 
Karena hanya dengan pro-bisnis masyarakat dapat sejahtera, dapat
menciptakan lapangan pekerjaan.  Obama ingin mengurangi pajak yang
cukup besar untuk masyarakat tidak mampu, bagi McCain ini mebebankan
pemerintah.  Dalam soal energi, McCain pro melakukan pengeboran minyak
agar Amerika mandiri dari negara-negara minyak sedangkan Obama ingin
mencari alternatif lain, lebih konsentrasi pada "clean energy".  Dalam
masalah kesehatan, Obama mengiginkan adanya subsidi pemerintah
sedangkan McCain tidak.  Soal politik luar negeri, McCain tetap akan
menaruh kepentingan Amerika di depan dan tetap akan tegas terhadap
terorisme serta tidak akan menggunakan "time table" dalam mencabut pasukan
>  Amerika dari Irak dan tidak akan "lembek" dengan Iran.  sedangkan
Obama ingin segera mencabut tentara Amerika dan "berdiskusi" dengan
Iran.  Pertimbangan McCain dalam soal Irak, Amerika harus bertanggung
jawab terhadap Irak dan memastikan Irak aman dari pertikaian
sektarian. Baik McCain maupun Sarah Palin, anak-anak mereka ikut
berjuang di Irak, jadi mereka ikut berkorban secara personal.
> 
> Demikian pula dalam soal isu sosial, ada kontras yang jelas.  Obama
menganut pro-choice (hak perempuan melakukan aborsi) dan menyetujui
hak-hak kaum gay, sedangkan McCain tidak.  Obama menolak kepemilikan
senjata sedangkan McCain mendukung.
> 
> Menurut saya dalam pilres kontras sangat penting.  Rakyat tidak
hanya memilih partai (asal coblos atau tidak coblos) tapi perlu
mengetahui secara rinci program dan pijakan kandidat mereka.  Perlu
ada kontras yang jelas dari masing-masing partai.
> 
> Yang menarik menurut saya pilres kali ini di Amerika adalah
memasukkan isu ras dan gender.  Kelompok minoritas memainkan peranan
yang signifikan apakah keturunan Afrika-Amerika, Asia-Amerika,
Hispanik-Amerika ataupun gender.  Partai Demokrat ingin menjadi
pionir, mendobrak arus dan membuat sejarah dengan kandidat keturunan
Afrika-Amerika.  Tapi rupanya McCain tak mau ketinggalan memilih wakil
presidennya seorang perempuan muda, gubernur dari Alaska, partai
Republik rupanya ingin juga membuat sejarah.
> 
> Yang jelas, diskusi berjalan terus dimana-mana, di cafe, sekolah,
universitas hingga di lingkungan keluarga dan tetangga.  Semua
menganalisa dan mencari kontras agar politik akal sehat berjalan. 
Perdebatan dan diskusi yang menjadi fokus bukan umbul-umbul,
bendera-bendera atau papan2 iklan yang gede2 itu.
> 
> Salam,
> gadis arivia.


Kirim email ke