Semoga Didik lekas sembuh, dapat kembali bermain dan belajar dengan ceria 
kembali, dan keluarganya diberikan ketabahan serta kekuatan untuk mengusut 
kasus ini hingga tuntas dan Pak Guru "sakit jiwa" yang bengis itu mendapat 
hukuman dan ganjaran setimpal, serta dilarang mengajar lagi seumur hidupnya.

Menjadi pelajaran bagi orang tua lainnya, jika mendengar atau mengalami hal 
seperti ini harus segera bertindak, sebelum keadaan menjadi makin parah. 
Kejadian seperti ini bukan hanya dilakukan oleh guru, kadang-kadang oleh teman 
mereka sendiri. Tugas para orang tualah untuk mencegahnya dengan tidak ragu2 
melaporkan kasus-kasus seperti ini kepada yang berwajib. Yang berwajib juga 
jangan loyo jika ada laporan kasus menyangkut anak-anak di sekolah.  

Kasihan, anak-anak kita juga yang akan menjadi korbannya.

ks 



----- Original Message ----
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, September 3, 2008 6:50:57 AM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Disiksa Guru sampai Lumpuh


http://kompas. com/index. php/read/ xml/2008/ 09/01/15221519/ disiksa.guru. 
sampai.lumpuh

PACITAN, SENIN - Guru menyiksa murid sampai lumpuh. Peristiwa
mengenaskan ini menimpa  Didik Henri Riyanto (9), siswa kelas tiga SD
Nogosari 2, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jatim. Dia
tergolek lemah di tempat tidur karena sekujur tubuhnya tak bisa
digerakkan lagi.

Didik adalah korban terparah dari 18 murid SD Nogosari yang mengalami
penyiksaan dari gurunya.  Orangtua korban, Sunarto, warga RT 10 Dusun
Mukus, Desa Nogosari di Pacitan, Minggu (31/8), menyatakan, anaknya
lumpuh sejak 18 Juli 2008 setelah pulang dari sekolahnya.

"Ketika itu, saat berangkat sekolah yang berjarak sekitar 500 meter
dari rumah, anak saya masih sehat. Sepulang dari sekolah sekitar pukul
10.30, ia dibonceng oleh seseorang dan diturunkan di depan rumah dalam
kondisi tidak bisa apa-apa," katanya.

Saat itu juga keluarga membawa korban ke Puskesmas Ngadirojo. Setelah
dirawat sehari, Didik dirujuk ke RSUD Dr Soedono Madiun. Kepada
orangtuanya, korban mengakui ditendang bagian tulang belakangnya oleh
oknum guru itu. Awalnya dia tidak merasakan apa-apa, namun
lama-kelamaan ia tidak bisa bergerak.

Berdasar informasi, pemukulan terhadap siswa tersebut sudah dilakukan
berkali-kali oleh oknum guru MY dan hal itu dibenarkan oleh siswa lain.

Misalnya, sebelum 10 Agustus lalu, ada 14 siswa yang tengah latihan
baris berbaris di dekat sekolah. Saat itu banyak anak yang dipukuli
oleh MY hingga kepalanya terluka.

Siswa lain yang menjadi korban pemukulan MY adalah Susilo kelas VI.
Menurut Ngadimin, orangtua salah seorang siswa, akibat pemukulan
terhadap 14 siswa itu, orangtuanya melaporkan kasusnya ke sekolah.
Pihak sekolah melanjutkan laporan ke Diknas.

"Kami meminta agar guru tersebut ditindak sesuai hukum yang berlaku
dan dipindah tugas mengajarnya. Apalagi kasus pemukulan itu sudah
berkali-kali dilakukan oleh oknum guru tersebut," kata Ngadimin.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TK/SD Kecamatan Ngadirojo, Sutarman
membenarkan adanya laporan dari pihak sekolah. "Kami langsung mendata
seluruh siswa yang menjadi korban. Kasus ini pun sudah melibatkan
polisi. Namun demikian, hasilnya belum kita sampaikan," katanya. Ia
mengemukakan, pihaknya akan memanggil oknum guru itu ke Dinas
Pendidikan Pacitan, termasuk kepala sekolahnya.

Sumber : Ant

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke