http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/22/00380967/ironi.100.tahun.general.motors


Sebagai simbol industri otomotif Amerika Serikat, General Motors
dikenal karena menjadi pemimpin industri inovatif. Memasuki usianya
yang ke-100 pada 16 September lalu, General Motors justru berada di
sisi bawah roda yang sedang berputar di tengah badai krisis ekonomi AS.

Belum pernah sepanjang sejarah berdirinya, General Motors (GM) begitu
terikat dengan perekonomian AS. Kini, saat perekonomian AS bergejolak,
GM tampaknya ikut kehabisan bahan bakar. "General Motors melekat
dengan ekonomi lama, ekonomi manufaktur yang mendasari ekonomi AS pada
abad lalu. Saat industri manufaktur turun di era baru, begitu juga
GM," kata Karl Brauer, pemimpin redaksi situs otomotif Edmunds.com.

Pada awalnya, GM yang didirikan di Flint, Michigan, pada 16 September
1908 oleh William C Durant, adalah pionir dan selama beberapa waktu
memegang peran itu. Adalah GM yang pertama memperkenalkan starter
elektronik hanya empat tahun setelah perusahaan itu didirikan. GM juga
yang memulai peredam kejut depan independen, mesin V12 dan V16,
Cadillac, dan Chevrolet Corvette yang menjadi ikon otomotif selama 55
tahun.

GM memproduksi mobil dan truk di 35 negara berbeda. GM menjual
produk-produk dengan 12 merek, yaitu Buick, Cadillac, Chevrolet, GM
Daewoo, GMC, Holden, Hummer, Opel, Pontiac, Saab, Saturn, dan
Vauxhall. Saat ini, GM mempekerjakan 284.000 orang di seluruh dunia.

Namun, Leslie Kendall, kurator Museum Otomotif Peterson di Los
Angeles, mengatakan, GM berubah dari pemimpin menjadi pengikut, dari
pencetus mode menjadi pengikut mode. "Dalam dekade ini, GM tampaknya
kehilangan cara mereka. Mereka menjadi lamban dan seluruh antusiasme
kreatif menguap," ujarnya.

Puncak pencapaian GM pada era ini adalah minivan Chrysler Voyager
tahun 1983 dan Explorer, keluarga SUV (sport utility vehicle) pertama,
tahun 1993. Sayangnya, GM tidak bisa menjaga kurva yang terus menanjak
itu. "Meskipun perusahaan itu memiliki ide-ide bagus, datangnya pada
saat yang tidak tepat. Mereka mulai menyia-nyiakan kepercayaan
publik," kata Kendall.

Kehilangan mahkota

Yang paling mengejutkan adalah isu bahwa GM akan menjual bisnis truk
kepada Isuzu Motors dari Jepang. Namun, laporan itu dibantah Isuzu
yang menyatakan belum didekati oleh GM. GM diperkirakan akan
kehilangan mahkota sebagai pembuat mobil paling top sedunia, yang
dikenakan selama hampir 80 tahun, kepada Toyota Motor Corp.

GM juga diyakini akan mempertimbangkan penjualan bagian sahamnya di
DMAX Ltd, sebuah usaha patungan dengan Isuzu yang membuat mesin
diesel. Pada kuartal kedua tahun ini, GM mengumumkan kerugian bersih
sebesar 15,5 miliar dollar AS akibat naiknya harga minyak dunia dan
krisis keuangan AS. Tahun 2007, GM juga telah mengalami kerugian
sebesar 38 miliar dollar AS.

"Saya merasa ini ironis karena, pada saat yang bersamaan GM merayakan
100 tahun berdirinya, muncul berita utama lain, yaitu akankah
pemerintah memberi dana talangan untuk mencegah perusahaan domestik
jatuh?" kata Brauer.

Kendall lebih filosofis menanggapinya. "Tidak seorang pun yang
selamanya berada di puncak," katanya. Akan datang saatnya, lanjut
Kendall, di mana GM dan perusahaan mobil AS kembali mendominasi pasar
dunia. (afp/fro)

Kirim email ke