. Hi hi hi , tulisan ini mengingatkan saya pada puluhan tahun silam....percakapan antara 2 tante didikan zaman baheula. Tante A : Ik begrijp niet, weet je,kenapa itu kucing dipliara banyak2 si tante C, kunaon atuh? Tante B : Kok jij nggak tau....kucing2 itu jaga maso torang pe rumah,bawa lari mijn vis yang baru ikke goreng... Nah, ini malah 3 BAHASA sekaligus, lebih hebat dari bahasa di Kompas yang hanya 2, Inggris dan Indonesia, eh nggak deng....sering juga ada selipan bahasa Jowo....mengkone....ne problema! Emangnye gue pikirin? salam&sori,Opung
<http://profiles.yahoo.com/ariel_heryanto> ariel_heryanto Sat Sep 20, 2008 4:53 pm (PDT) Sampai sekarang saya belum pernah merasa paham benar, kenapa KOMPAS gemar memuat tulisan dengan istilah berbahasa Inggris. Ini saya perhatikan menjadi-jadi dalam waktu sekitar 10 tahun terakhir. Kalau memang sreg berbahasa Inggris (saya nggak keberatan), kenapa nggak terbitkan media dalam bahasa itu sekalian? Ini berbeda (walau sepintas kelihatannya mirip) dari kecenderungan pada masa-masa sebelumnya. Dulu ada banyak orang di Asia menaburkan istilah Inggris ketika berbicara dalam bahasa nasional yang bukan Inggris. Ada dua alasan yang umum entah karena nggak istilah padanan dalam bahasa sendiri (sekolah, sepatu, meja, revolusi, parlemen, demokrasi, sosialisme, modern, republik) atau karena sengaja mau pamer bahwa dia mahir berbahasa Inggris. Yang terjadi belakangan ini bukan dua-duanya. Dulu ketika istilah-istilah Inggris dipakai, penutur dan pembaca/ pendengarnya sadar betul ke-asing-an istilah-istilah itu. Jelas juga alasan penggunaannya. Yang sekarang ini? Seorang sahabat saya pernah mengatakan belakangan ini semakin banyak orang Indonesia yang nggak bisa bicara dalam waktu 3 menit (atau menulis satu alinea karangan) tanpa istilah-istilah Inggris yang sudah lama ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Tapi mereka ini juga tidak mampu bicara 3 menit (atau menulis satu alinea karangan) berbahasa Inggris secara rapi dan fasih. Karena itu jadinya "ini enggak, itu juga enggak". Moga-moga pengamatan itu salah.
