Lha,
waktu saya ke Ciganjur dan ketemu Gus Dur yang baru pulang dari Istana dan saya 
tanya "dapat apa dari SBY, Gus", dijawab hanya "salaman doang...!"
Jadi ternyata ada diskriminasi di Istana. Gus Dur gak dikasih amplop isi Rp 250 
ribu itu...!


--- On Wed, 10/1/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Wah... Ada Copet di Istana!
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 1, 2008, 6:25 AM










    
            http://kompas. com/read/ xml/2008/ 10/01/18325110/ wah....ada. 
copet.di. istana



JAKARTA,RABU - Seorang pria yang diduga sebagai pencopet diringkus

oleh Intel dari Polda Metro Jaya dalam acara silaturahmi Presiden SBY

dengan masyarakat umum di Istana Negara, Rabu (1/10).



Pria bernama Joko (26) itu diringkus setelah mengambil amplop

pemberian SBY kepada korban yang tuna netra. Dalam acara open house

ini, Presiden SBY memang memberikan amplop khusus kepada tamu-tamu

penyandang tuna netra yang berisi uang Rp 250.000.



Menurut Bripda Carlos, Joko ditangkap setelah sempat keluar dari

kompleks Istana Negara dengan membawa dua amplop yang diterima korban

yang kebetulan adalah suami istri. Pelaku bisa ditangkap karena anak

sulung korban, Fasoli (12) ternyata mengenali pelaku.



"Menurut saksi (anak korban), mereka sudah dideketin pelaku sejak

keluar dari Istana. Terus korban ditepok, ditanya 'tadi di dalam dapat

apa dari SBY?' dan diajak ngobrol. Kemudian korban dipepet-pepetin,

dan tangannya mengarah ke kantong korban. Saksi melihat itu," ujar

Bripda Carlos.



Menurut keterangan korban, mereka baru tersadar ada yang hilang ketika

berada di pintu gerbang keluar. Begitu tersadar mereka langsung

melapor ke pos Paspampres terdekat. Polisi berhasil menangkap pelaku

berdasarkan keterangan saksi Fasoli.



Kejadian berlangsung sekitar pukul 16.40. Sekitar pukul 17.30 pelaku

dan korban dibawa ke Kepolisian Sektor Metro Gambir untuk dimintai

keterangan lebih lanjut.



Menurut Carlos, Joko membantah tuduhan sebagai pencopet. Joko

mengatakan sedang menunggu istrinya Lilis dan anggota keluarga lain

yang sedang mengantri untuk bertemu dengan SBY. Namun, kecurigaan

polisi tetap mengarah pada Joko yang tidak membawa kartu identitas apapun.



Sementara itu, tuna netra lainnya seperti Hamdan, Halim, Srijaya, dan

Nurdin dari Panti Pijat Kopo di Bandung yang sengaja datang untuk

bertemu SBY mengakui mendapatkan amplop ketika keluar. Amplop berisi

uang itu diberikan oleh petugas sesudah mereka bersalaman dengan SBY.

"Tadi sih dibisikin katanya Rp 250.000," ujar Halim.



LIN



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network 




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke