Ini yang salah AFP atau reporter berinsial PPG yang menambahi fakta dan salah. 
Di alinea pertama lagi.  Tiap orang tahu kalau mobil Cadillac itu produk 
General Motors bukan Ford Motor Company.

Alangkah baiknya kata "ban berjalan" menjadi center piece dari tulisan ini dan 
bukan disisipkan sambil lalu dekat aklhir tulisan.  Mengapa?  Karena "assembly 
line" (ban berjalan) telah merevolusi industri mobil dan menjadi kunci sukses 
Ford Model T. Ban berjalan mempercepat pembikinan mobil dalam volume besar 
serta menekan biaya produksi. 'Economy of scale'  segera  tercapai.  

Membuat mobil banyak dan murah sehingga terjangkau oleh kebanyakan orang itulah 
obsesi Henry Ford.  Itulah salah satu manifestasi demokrasi. Inilah ide pokok 
cerita tentang Ford Model T.  

Ada kecerobohan agak gawat pada tulisan ini.  Ditulis: "Harga jual pada saat 
itu 825 dollar AS atau sekitar Rp 7,8 juta per unit."  Nilai riil dollat tahun 
1925 berada jauh diatas nilai tahun 2008.  Dugaan saya, 825 itu nilai sekarang. 
Sebab dibagian lain dikatakan bahwa biaya produksi sebuah Ford Model T adalah 
260 dollar per unit. Mana yang benar? Hanya kurator museum mobil yang tahu.

Salam,
RM


 
--- On Fri, 3/10/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Satu Abad Ford Model-T "Si Pembentuk" Amerika
To: [email protected]
Date: Friday, 3 October, 2008, 11:53 AM










    
            Mobil sudah dikenal di AS sejak tahun 1893. Henry Ford Company 
bahkan

sudah memproduksi Cadillac pada 1903. Namun, orang Amerika lebih

menghendaki adanya mobil murah dan mudah pengendaliannya. Mobil yang

bisa membuat mereka rela beralih dari kereta kuda.



Pada 27 September 1908 Ford mulai memproduksi mobil Model-T, mobil

dengan harga murah dan mudah pengendaliannya, dari pabrik Piquette di

Detroit, Michigan. Begitu masuk pasaran pada 1 Oktober 1908 mobil ini

segera merebut hati pembeli.



Pabrikan Ford sampai harus menghentikan sementara penjualan Model-T

pada Mei 1909 karena setiap kendaraan yang akan diproduksi sampai

bulan Juli sudah terjual. Harga jual pada saat itu 825 dollar AS atau

sekitar Rp 7,8 juta per unit.



Meski demikian, Henry Ford tetap belum puas. Ia punya obsesi bagaimana

bisa menekan biaya produksi dan memperbaiki produktivitas. Muncullah

sistem produksi ban berjalan, sebuah revolusi dalam industri otomotif.



Ford kemudian menaikkan upah pekerja dua kali lipat. Langkah yang

segera membentuk masyarakat kelas menengah di AS. Dengan harga yang

relatif murah, masyarakat kelas menengah tadi menjadi pembeli utama

Model-T. Apalagi, mobil ini kian disempurnakan.



Model-T mulai dilengkapi lampu dan sistem peredam kejut yang empuk.

Mobil keluaran Ford ini juga lebih bertenaga dengan harga yang tetap

murah. Di tengah kondisi jalan raya AS yang saat itu masih berlumpur

dan kotor, Model-T, yang kian bertenaga tetapi dengan suspensi empuk,

menjadi pilihan paling menarik.



Tinggalkan kuda



Mobil Model-T menjadi ikon produk Ford karena hampir dimiliki oleh

banyak keluarga di Amerika. Model-T mulai membentuk sebuah masyarakat

Amerika yang meninggalkan kereta kuda. Warga AS juga mulai gemar

bepergian, bebas berkelana ke seluruh negeri.



Bukan hanya itu. Model-T juga membuat banyak kota besar mulai

berkembang. Banyak warga kota yang kini bisa memiliki rumah dengan

halaman yang lebih luas di pinggiran kota. Model-T yang simpel dan

murah siap melayani mereka ke tempat kerja di pusat kota.



”Model-T membuat mobil bergerak dari hanya sebuah mainan menjadi

sebuah peralatan yang sangat berguna,” ujar Robert Casey, Kepala

Museum Transportasi pada Henry Ford Museum.



”Mobil lain dapat menyamai sukses ini jika ada seseorang datang dengan

ide sebuah mobil tidak hanya murah, tetapi punya kemampuan seperti

yang dimiliki Model-T,” ujar Casey yang menulis buku soal sejarah Model-T.



”(Henry) Ford satu-satunya orang yang bisa mewujudkannya,” tuturnya.

Mobil-mobil sebelumnya relatif mahal, sulit penanganannya, dan kurang

meyakinkan. Mobil-mobil sebelumnya hanya menjadi mainan para orang kaya.



Dengan adanya revolusi ban berjalan pada pabrik Highland Park,

Michigan pada tahun 1913, biaya produksi Model-T pada tahun 1925 hanya

260 dollar AS per unit. Harga jual sudah jauh di atas 825 dollar AS

per unit pada awal penjualan.



Henry mulai menerapkan proses perakitan terpadu menggunakan suku

cadang yang bisa gonta-ganti, efisien dalam penanganan material, dan

pembuatan suku cadang dalam satu atap. Dengan ban berjalan, waktu

pembuatan sebuah Model-T dari 14 jam per unit berkurang menjadi hanya

1,5 jam per unit.



Dengan terobosan ini, Ford cepat melakukan perluasan pabrik ke Eropa,

Asia, dan Amerika Latin. Pada 1921 Model-T mendominasi hingga 57

persen dari produksi otomobil dunia.



”Model-T bisa mempertahankan dominasinya karena selalu menjadi mobil

yang termurah dan ada momentum tertentu, yakni setiap orang punya

mobil Ford jadi tidak perlu memiliki mobil mereka lain,” ujar Casey.



Model-T akhirnya diganti dengan Ford Model-A pada 1927 setelah lebih

dari 15 juta unit terjual. Rekor ini terus bertahan hingga tahun 1972

dengan munculnya Volkswagen Beetle atau dikenal dengan VW Kodok

keluaran Jerman.



VW Beetle yang diproduksi pada 1938-2003 dan memiliki pabrik perakitan

di 16 negara, termasuk di Jakarta, Indonesia, ini telah memproduksi

21.529.464 unit. Produksi di Jerman sendiri mencapai lebih dari 15

juta unit. Meksiko menjadi negara terakhir yang memproduksi VW Beetle.



Meski demikian, Model-T tetap fenomenal karena membuat rekor dalam

kurun 19 tahun. VW Beetle meraihnya dalam 65 tahun. Karena itu, Ford

Model-T menjadi ikon tersendiri, terutama bagi Amerika. (AFP/PPG)



http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/09/30/ 00491216/ satu.abad. 
ford.model- t.si.pembentuk. amerika




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke