Bukan hanya para pejabat Indonesia yang suka berkolusi. Gadis-gadis
Silicon Valley pun suka berkolusi. Namun tidak seperti pejabat
Indonesia yang berkolusi untuk menggasak uang negara, gadis-gadis
Valley berkolusi dalam upaya meningkatkan karir, produktivitas,
kreativitas dan melakukan terobosan-terobosan dalam dunia teknologi.
Di dalamnya melibatkan istri salah satu pendiri Google, Anne Wojcicki;
Sheryl Sandberg, COO Facebook, Lorna Borenstein, president Move;
Stephanie Tilenius, General Manager eBay, dan masih banyak lagi.

Ya, berbeda dengan para pendahulunya, para pekerja kreatif Silicon
Valley generasi sekarang tampaknya saling mengenal dan cukup dekat
satu sama lain. Mereka membentuk linkage satu sama lain, saling
mendukung, saling berbagi pengalaman dan tip, dan saling
berkolaborasi. Lihat saja Anne Wojcicki. Ia mengenal baik Sheryl
Sandberg, COO Facebok yang pernah bekerja di Google, dan berteman
dengan Marissa Mayer, Vice President bagian Search Product and User
Experience Google.

Atau Sheryl Sandberg. Petualangannya sebagai 'kutu loncat'--karena
berpindah-pindah dari World Bank, McKinsey, U.S. Treasury, Google dan
lalu Facebook--membuat ia mengenal banyak orang. Ia berteman baik
dengan duo pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page maupun pendiri
Facebook, Mark Zukerberg. Ia juga dikenal sangat dekat dengan ekonom
Bank Dunia, Larry Summer, yang tak ubahnya ayah angkatnya. Dari
suaminya yang bekerja di Yahoo!, Sandberg mengenal Lorna Borenstein,
presiden Move.com yang sebelumnya bekerja di Yahoo!, dan lewat Lorna,
Sandberg mengenal Stephanie Tilenius, General manager eBay.

Perempuan-perempuan Silicon Valley itu berhubungan bukan hanya sebagai
partner bisnis/kerja, melainkan juga sebagai teman. Dan sebagai teman,
mereka sering curhat dan bertukar pikiran. Tidak selalu lewat kopi
darat--karena kesibukan mereka, tetapi lewat Facebook, LinkedIn dan
Twitter. Lorna Borenstein, misalnya, sering bermain-main lewat Yahoo!
Alumni Geography-nya bareng Caterina Fake, yang merupakan co-founder
Flickr, sebuah situs penyedia photo sharing. Terkait urusan anak dan
rumah tangga, Anne Wojcicki sering bertanya pada kakaknya, Susan
Wojcicki, yang notabene Google VP. Ia juga sering bertanya pada
Sandberg terkait Google. Padahal ia adalah istri sang pendiri Google.

Hebatnya, Anne sendiri tidak berkarier di Google, melainkan bersama
Linda Avey, ia mendirikan 23andMe, perusahaan penyedia data genetika
(DNA). Ia berharap suatu hari nanti data genetika yang mereka
kumpulkan bisa bermanfaat buat para dokter, peneliti atau pasien awam.
Anne masih teringat benar kata Larry Page, kolega suaminya di Google,
yang selalu bilang kepadanya, "If you think there's a problem, fix
it." Dan 23andMe adalah jawaban Anne atas kelangkaan (masalah) sumber
genetika.

Di sini, kita menyaksikan bagaimana gagasan dan semangat itu bersifat
menular. Juga kreativitas. Jika kita hidup di lingkungan yang kreatif
dan penuh semangat, maka kemungkinan besar kita juga akan kreatif dan
bergairah. Sulit membayangkan Anne yang sebelumnya bekerja sebagai
hedge fund analyst terdorong mendirikan 23andMe jika ia tidak berada
di lingkungan Google. Fakta bahwa sebagian besar pendiri perusahaan IT
terkemuka selama sepuluh tahun terakhir adalah sosok-sok dari Silicon
Valley membuktikan bahwa lingkungan adalah faktor yang sangat penting.

Dari gambaran di atas kita juga melihat bahwa di balik
perusahaan-perusahaan fenomenal di bidang teknologi, berdiri
sosok-sosok--baik laki maupun perempuan--yang saling mengenal satu
sama lain. Sandberg kecil kemungkinan menjadi COO Facebook jika ia
tidak berteman dengnan Mark Zukerberg. Susan Wojcicki juga tak
terbayangkan menjadi VP Google jika 'garasi'-nya tidak dikontrak oleh
Sergei Brin dan Larry Page sepuluh tahun yang lalu. Dengan saling
mengenal dan berjaringan, perempuan-perempuan di atas bisa meraih
mimpinya dengan lebih mudah. "We're putting ourselves in the pathway
of opportunities," kata Lorna Borenstein terkait 'klik' yang ia punya.

Pada akhirnya, fenomena di atas mengukuhkan apa yang disebut
environmental effect dan juga network effect, subyek yang sempet aku
tulis di dua posting sebelumnya: Network Effect dan Wikinomics & The
Net Generation. So, sekali lagi, welcome to the network era, dan
biasakan memanfaatkan kesempatan yang terkandung di dalamnya. Sebab
seperti kata majalah Fortune, "The larger and more dynamic a network,
the more valuable it becomes."

Original post:
http://savicali.blogspot.com/
StreetWise Advisory Group

Kirim email ke