Sebetulnya Harian Kompas pernah menolak memasang Iklan Rokok pada pertengahan
tahun '80 an. Tetapi laranga tersebut akhirnya dilanggar sendiri saat ada
kebijakan uang ketat pada awal 1990'an, karena pilihannya: Perusahan "sakit"
karena pendapatan iklan tidak bisa menutup biaya operasi atau "sehat".
Dalam bisnis, memang akhirnya kelangsungan hidup suatu perusahaan menjadi
prioritas utama.
Teddy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya sependapat
dan yang sangat disayangkan media massa melacurkan
diri dng sukacita untuk mendukung niat jahat dan buruk dari industri
perusak ini.
Bahkan Kompaspun masih toleran terhadap pesan pesan yg dikirimkan oleh
industri rokok.
Harus kita akui bahwa krn industri rokok termasuk yang mendapatkan
perlawanan kuat sehingga cara cara mrk beriklan sangatlah
kreatif,canggih, subtle dan sehubungan dng duit gede dana utk menjaga
kepastian hidupnya juga besar sekali.
Lebih sayang lagi sang "agen pembangunan" pun tidak peka dengan
keadaan ini dan membiarkan dng alasan kelangsungan hidup petani, buruh
pabrik dll.
Terima kasih bung Kartono untuk urun tulisan tentang ini,
salam
th