wah koreksi cuma 267 sms ternyata , maafkan kesalahan faktualnya

punten,
William

2008/10/9 William T. Gunawan <[EMAIL PROTECTED]>

> iya, sama seperti jawaban keta pansus RUU bokep ini, " saya terima 699 sms,
> 99% mendukung RUU ini"
> lah nomor smsnya aja engga di publikasi, apa 699 sms ini susah mewakili
> seluruh masyarakat indonesia?
>
> segala jalan halal menuju ke roma deh.
> William
>
> 2008/10/9 Edy P <[EMAIL PROTECTED]>
>
>
>> Hukum dan moral berbeda. Tepatkah hukum (UU) dibuat untuk membina dan
>> memperbaiki moralitas? Tidak semua yang jahat secara moral dapat dan perlu
>> dilarang oleh hukum (UU). Moralitas masyarakat tidak dapat dibina oleh
>> hukum, walaupun hukum merupakan salah satu unsur penting untuk membina
>> kesadaran moral.
>>
>> Ada kecenderungan bahwa yang berlaku di negeri ini adalah "hukum"
>> orang/kelompok yang kuat (entah kuat uangnya, kuat pengaruh politiknya, kuat
>> lobinya, atau yang lain), padahal seharusnya kekuatan hukum-lah yang
>> berjalan. Dan kekuatan hukum itu baru akan menjadi kenyataan kalau para
>> pelaksana penegak hukum memang benar-benar orang yang tahu, sadar, dan taat
>> hukum; demikian pula masyarakatnya dari waktu ke waktu semakin memiliki juga
>> kualitas yang sama, yaitu tahu, sadar, dan taat pada hukum.
>>
>> Maka yang terpenting di negeri ini, bukan pertama-tama memperbanyak produk
>> hukum (UU), tetapi MENGEMBANGKAN KESADARAN HUKUM masyarakat karena hal itu
>> merupakan dasar mental bagi pengamalan hukum. Hukum tidak akan menjadikan
>> masyarakat semakin berbudaya dan beradab kalau hanya diindahkan atau ditaati
>> selama dipaksakan atau dilaksanakan di bawah pengawasan yang keras
>> (represi).
>>
>> Indonesia kita adalah negara yang sedang mengalami krisis hukum, bukan
>> karena kekurangan aturan/hukum (bahkan saya katakan terlalu berlebih) tapi
>> karena hilangnya SENSE OF JUSTICE yang mengundang LAWLESSNESS umum.
>>
>> salam - edy
>>
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke