Setuju sekali Ibu.. Saya tidak habis pikir dan gak masuk dalam nalar saya, apa yang dilihat oleh seorang laki-laki dewasa yang telah beristri dalam diri seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SD? Sampai-sampai dia bisa memutuskan untuk mengawininya..? Sambil saya membayangkan keponakan perempuan saya yang masih kelas 6 SD, saya terheran-heran dan terbingung-bingung..kok bisa ya..? Lalu, bagaimana perasaan orang tuanya, terlebih-lebih ibunya? Sungguhkah dia bangga buah hatinya yang masih belia itu disunting seorang kiai yang telah beristri?
Saya sungguh malu dan malu, orang yang mewakili saya (dan rakyat Indonesia lainnya) di DPR yang terhormat itu mengatakan, bahwa secara sosial, agama, psikologis dan biologis hal ini tidak masalah. Bagaimana pendapat dia, kalau hal ini terjadi pada anaknya sendiri???!! wass, ks ----- Original Message ---- From: widyawati <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, October 24, 2008 7:47:54 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun Rasanya saya marah sekali mendengar berita dan membaca komentar dari berbagai ruang komentar di beberapa media. Saya melihat banyak orang orang Indonesia yang sedang sakit dan selalu menggunakan justifikasi agama! Yang lebih mengagetkan lagi mayoritas komentar dari para lelaki dan selalu mengacu ke berbagai literatur dan dasar dari agama islam bahkan komentar yang masuk saya yakin mereka cukup mempnuyai intelektual tinggi. Dengan komentar dari orang mempunyai kedudukan tinggi dan berpengetahuan agama tinggi ini bisa menjadi dasar bagi pihak lain melakukan hal yang sama. Omong kosong bahwa secara psikologis dan biologis anak yang notabene dibawah umur (secara undang-undang di negara RI ataupun ketentuan di negara manapun dilindungi) bisa menghadapi situasi dan kondisi perkawinan yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Bahkan anda sendiri dapat melihat orang dewasa yang cukup matangpun tidak bisa mengatasi masalah-masalah yang timbul dari pewrkawinan. Kita sudah susah payah membuat perlindungan hak anak, eeh malah segelintir orang yang berkedok agama berbuat hal yang mencoreng agama itu sendiri. Omong kosong pula bagi anak usia dibawah umur bisa melakukan haknya untuk hal seperti itu kecuali dituntun oleh orang dewasa yang mengarahkan mereka kearah yang buruk ataupun baik. Mana komentar dan tindakan kaum aktivis hak anak dan perempuan??? Saya hanya melihat keberpihakan KOMNAS ANAK saja yang lain tidak.???? Anda bayangkan sendiri bila anda mempunyai anak dibawah umur kemudian dinikahkan tanpa dia tahu apa yang dia lakukan sepertihalnya orang dewasa melakukan hal itu, kemudian mengabaikan hak anak untuk mengenyam pendidikan, bermain ataupun bersenanng-senang dengan teman sebayanya bahkan dia harus menanggung beban psikis dan fisik yang belum waktunya dia tanggung!!!! !!!!! Lalu hak apa yang anak ini miliki kalau sudah dinikahi selain memenuhi hak orang yanag menikahinya? ?? Alangkah nistanya kita...dengana membahayakan anak-anak generasi penerus yang mungkin cemerlang kemudian ditutup hak lainya hanya untuk kepuasan orang dewasa...Apa tidak ada lagi wanita-wanita yang cukup dewasa untuk dinikahi, padahal secara statstik jumlah kaum wanita dewasa sangat besar. Terus terang sebagai wanita untuk mewakili anak-anakku yang masih dibawah umur saya miris melihat kondisi ini semua...dan sakit hati saya melihat betapa besarnya "hak laki-laki untuk menguasai" yang sebenarnya tidak harus menguasai hal yang tidak layak sebagai bagian dari haknya!!!
