http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/05/01013542/pusat.mulai.bahas.keberadaan.sepeda.motor

Jakarta, Kompas - Tingginya jumlah sepeda motor di Jakarta mendapat
perhatian pemerintah pusat. Wacana pengendalian kendaraan roda dua
yang diketahui sebagai salah satu penyebab kemacetan di Ibu Kota ini
mulai dilakukan dalam rapat bertajuk "Penanganan Transportasi", Selasa
(4/11).

"Memang dalam pertemuan itu, pengendalian sepeda motor yang dibahas
masih berupa wacana. Namun, paling tidak ini langkah awal yang baik
untuk mengatasi tingginya jumlah kendaraan itu," kata Ketua Pusat
Kajian Transportasi Universitas Indonesia, yang juga anggota Dewan
Transportasi Kota Jakarta, Sutanto Soehodo, di sela-sela Temu Unsur
Awak Angkutan Umum yang diselenggarakan Dewan Transportasi Kota Jakarta.

Sutanto yang menjadi salah satu peserta rapat itu mengatakan,
pertemuan dihadiri sejumlah unsur, antara lain tim Markas Besar
Kepolisian RI, Departemen Perhubungan, dari Kantor Wakil Presiden,
Badan Usaha Milik Negara, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pembatasan penggunaan

Dalam pertemuan itu, kata Sutanto, mengemuka wacana bentuk
pengendalian yang memungkinkan dilakukan adalah pembatasan penggunaan
sepeda motor, bukan membatasi jumlah kepemilikannya.

Menurut dia, jika akan memberlakukan pembatasan penggunaan sepeda
motor harus dibarengi dengan pembenahan angkutan umum. "Orang
menggunakan sepeda motor karena lebih murah. Maka, angkutan umum yang
ada harus dibuat murah juga agar orang mau beralih ke angkutan itu,"
katanya.

Salah satu solusi yang ditawarkan, kata dia, pemerintah perlu
memikirkan memberikan subsidi agar tarif angkutan umum bisa murah.

Badan Pusat Statistik Pemprov DKI Jakarta mencatat, jumlah sepeda
motor saat ini 5.136.619 unit. Pertambahannya setiap hari 1.035 unit.
Dengan luas jalan hanya 6 persen atau 39 kilometer persegi dari luas
wilayah DKI, kata Sutanto, idealnya jumlah sepeda motor 1 juta unit. (PIN)


Kirim email ke