Pak Setyo Hajar yth. Setuju komentar anda, begitulah seharusnya ... bagaimana yang terbaik (kebajikan dan kebijakan) semoga yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
Salam, Ning P. ----- Original Message ----- From: "setyo hajar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Sunday, November 02, 2008 1:01 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Dukung UU Pornografi atas nama agama? > Menarik mencermati pandangan Saudara Ilmi, bahwa untuk menegakkan ahlak > yang merupakan substansi agama, butuh undang-undang. > Duh..pada akhirnya, kita memang akan digiring pada kemunafikan. Berbuat > sesuatu atau tidak berbuat sesuatu, bukan karena suara hati dan pilihan > bebas akal kita, tetapi karena diatur oleh negara...atau oleh mereka yang > mengaku sebagai penjaga agama. > Mungkin suatu saat ...atau mungkin saat ini sedang terjadi...ada yang > tengah berpikir untuk membuat Undang-undang shalat...shalat harus diatur > negara, yang gak shalat dihukum... > > Begitulah kalau repotnya agama bukan lagi sebagai tuntunan dan sahabat > bagi jiwa..melainkan lebih sebagai instrumen untuk memaksa dan menaklukkan > orang lain.... > > Padahal...akhlak mulia sejati adalah ketika kita melakukan kebajikan, > karena merupakan ekspresi kebeningan jiwa...karena itu hasil dari proses > memilih berdasarkan akal sehat dan suara hati...sebagai panggilan dari > kedalaman jiwa....bukan karena pengaruh eksternal... > > Adakah yang sadar, bahwa sejatinya menegakkan agama adalah dengan kembali > pada suara hati..pada pergulatan diri kita sebagai individu, dalam > menaklukkan sang ego. > Dalam hal ini, sungguh, tak dibutuhkan campur tangan orang lain untuk > membuat kita menegakkan agama...itu urusan kita dengan Tuhan, dengan > segenap konsekuensi yang akan kita tanggung sendiri...selsuai dengan maqam > spiritual kita masing-masing. > > Orang lain hanya berhak memberikan saran..nasihat...ajakan..sesuai > pemahamannya ...bukan pemaksaan, apalagi dengan melibatkan negara... > > Salam, > Setyo HD
